Baleba Antre ke Old Trafford: Gelandang Rp1 Triliun yang Haus Pindah ke Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Brighton Carlos Baleba dikabarkan sangat ingin bergabung dengan Manchester United, meski klub belum mengajukan tawaran resmi.
- Harga Baleba turun drastis dari £100 juta menjadi sekitar £50 juta setelah musim yang kurang gemilang bersama Brighton.
- Jika transfer Aurelien Tchouameni dari Real Madrid gagal, Baleba menjadi alternatif murah dan muda untuk mengisi posisi gelandang bertahan.

Manchester United masih berburu gelandang bertahan baru setelah kepergian Casemiro, dan nama Carlos Baleba kembali mencuat sebagai opsi potensial. Gelandang asal Kamerun berusia 22 tahun itu dikabarkan sangat antusias pindah ke Old Trafford, meski Setan Merah belum juga mengirimkan proposal resmi ke Brighton.
Menurut jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, Baleba sudah menyetujui syarat pribadi dengan United setahun lalu, bahkan ketika klub belum lolos ke kompetisi Eropa. Namun, hingga saat ini belum ada komunikasi baru dari kubu United. “Dia sangat ingin bergabung, tetapi United belum kembali dengan pendekatan atau tawaran ke Brighton,” ujar Romano dalam kanal YouTube-nya.
Ketertarikan United terhadap Baleba sebenarnya sudah berlangsung lama. Pada bursa musim panas lalu, INEOS—pemilik baru United—mundur karena Brighton membanderolnya £100 juta. Kini, setelah musim yang kurang memuaskan bersama The Seagulls, nilai transfernya diperkirakan turun menjadi sekitar £50 juta, atau setara Rp1 triliun.
United sebenarnya menjadikan Aurelien Tchouameni sebagai target utama. Gelandang Real Madrid itu disebut sebagai “gelandang bertahan terbaik di dunia” dan bisa menjadi suksesor ideal Casemiro. Namun, Madrid belum tentu melepasnya, dan United waspada jika negosiasi hanya dimanfaatkan untuk memperkuat posisi tawar sang pemain dalam perpanjangan kontrak—seperti kasus Sergio Ramos di masa lalu.
Jika Tchouameni tak terjangkau, Baleba menawarkan alternatif yang lebih muda dan murah. Meski statistiknya tidak spektakuler, ia unggul dalam duel dan jarang dilewati lawan—hanya 0,6 kali per game, lebih baik dari Casemiro yang 1,6 kali per game di musim terakhirnya. Gelandang kidal ini juga pernah dinobatkan sebagai “salah satu gelandang terbaik Premier League” oleh analis Ben Mattinson.
Bagi United, kebutuhan mendesak adalah mendampingi Kobbie Mainoo di lini tengah. Keduanya—Tchouameni dan Baleba—sama-sama kuat, atletis, dan mampu menguasai area luas dari posisi deep-lying playmaker. Namun, Baleba belum menunjukkan konsistensi di level tertinggi, berbeda dengan Tchouameni yang sudah malang melintang di La Liga dan timnas Prancis.
Di tengah persaingan transfer yang ketat, United harus memutuskan: mengeluarkan dana besar untuk Tchouameni atau mengambil risiko dengan Baleba yang lebih murah namun belum terbukti. Keputusan ini akan menentukan bentuk lini tengah Setan Merah untuk musim depan.



