Duo Inggris Cash-Glasspool Lolos ke Perempat Final Wimbledon, Pertahankan Gelar Ganda Putra
Baca dalam 60 detik
- Julian Cash dan Lloyd Glasspool, juara bertahan ganda putra Wimbledon, menang tiga set atas Nouza/Oberleitner untuk melaju ke perempat final.
- Pasangan Inggris itu menjadi yang pertama dalam 89 tahun yang memenangi gelar ganda putra All England Club pada 2025.
- Di sisi lain, unggulan kelima Neal Skupski dan Christian Harrison tersingkir, sementara Skupski juga gugur di ganda campuran.

Julian Cash dan Lloyd Glasspool, pasangan ganda putra asal Inggris yang menjadi juara bertahan Wimbledon, berhasil melangkah ke babak perempat final setelah menyingkirkan pasangan Ceko-Austria Petr Nouza dan Neil Oberleitner dalam pertarungan tiga set, 6-3, 3-6, 7-5, di lapangan rumput All England Club, Selasa (8/7). Kemenangan ini memperpanjang peluang mereka untuk mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu.
Cash dan Glasspool mencatat sejarah pada 2025 sebagai pasangan all-British pertama yang menjuarai nomor ganda putra Wimbledon dalam 89 tahun. Kala itu, mereka mengalahkan Rinky Hijikata dan David Pel di final. Kini berstatus unggulan ketiga, mereka harus bekerja keras melawan Nouza/Oberleitner yang memberikan perlawanan sengit, terutama di set kedua. Namun, pengalaman sebagai juara bertahan menjadi modal berharga.
โSaya tidak merasakan tekanan berlebih, justru saya memanfaatkan kepercayaan diri dari gelar tahun lalu,โ ujar Glasspool seusai pertandingan. โKetika Anda menjalani satu pertandingan demi satu pertandingan, Anda tidak berpikir tentang mempertahankan gelar, Anda hanya fokus memenangkan laga di depan Anda.โ
Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari pasangan Inggris lainnya. Neal Skupski yang berpasangan dengan Christian Harrison (Amerika Serikat) sebagai unggulan kelima, harus angkat koper setelah kalah tipis 6-7(4), 6-7(5) dari pasangan Australia-Amerika Thanasi Kokkinakis dan Aleksandar Kovacevic yang tidak diunggulkan. Kekalahan ini mengejutkan mengingat Skupski merupakan spesialis ganda yang pernah menjuarai Wimbledon di nomor campuran.
Skupski juga mengalami kegagalan di nomor ganda campuran. Bersama Desirae Krawczyk (AS), unggulan keenam yang pernah juara pada 2021 dan 2022, mereka takluk 6-7(2), 6-7(5) dari pasangan Mate Pavic dan Fanny Stollar (Hongaria). Sementara itu, Glasspool yang juga bermain di ganda campuran bersama Leylah Fernandez (Kanada) harus tersingkir setelah kalah dari Harrison/Zhang Shuai (China) dengan skor 6-7(5), 6-3, 6-3.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, performa Cash dan Glasspool menjadi sorotan karena menunjukkan dominasi tenis Eropa di nomor ganda. Meski tidak ada wakil Asia Tenggara di turnamen ini, strategi dan kerja sama tim yang ditunjukkan pasangan Inggris itu bisa menjadi pelajaran bagi petenis ganda Indonesia yang ingin berprestasi di level grand slam. Terlebih, gaya bermain agresif di lapangan rumput membutuhkan adaptasi khusus yang jarang ditemui di turnamen Asia.
Langkah Cash/Glasspool selanjutnya adalah menghadapi Arevalo/Pavic di perempat final. Pavic sendiri merupakan mantan juara Wimbledon ganda putra 2021, sehingga laga ini diprediksi berlangsung ketat. Pertanyaan besarnya: mampukah Cash dan Glasspool mempertahankan gelar dan mengukir sejarah sebagai pasangan Inggris pertama yang back-to-back juara Wimbledon di era modern?



