TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS di Papua: Tiga Helikopter Dikerahkan
Baca dalam 60 detik
- TNI mengerahkan tiga helikopter untuk mengevakuasi jenazah pilot AS yang tewas dalam serangan KKB di Yahukimo.
- Serangan juga mengakibatkan pembakaran pesawat, namun tujuh penumpang asli Papua dilaporkan selamat.
- Operasi SAR taktis dilakukan di medan pegunungan berat, menegaskan tantangan keamanan di Papua.

Komando Operasi TNI Habema mengerahkan tiga helikopter untuk mengevakuasi jenazah Nicholas F Goselin, pilot berkebangsaan Amerika Serikat yang tewas dalam serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Ipdeheik, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (3/7). Pilot berusia 29 tahun yang bekerja untuk PT Associated Mission Aviation (AMA) itu diduga menjadi korban tembakan setelah pesawat jenis Pilatus bernomor PK-RCY mendarat dan dibakar oleh pelaku.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Artadiguna, menyatakan tim evakuasi telah lepas landas dari Timika sejak pukul 06.45 WIT. "Rencananya jenazah akan langsung diterbangkan ke Jayapura," ujarnya, Jumat pagi. Proses evakuasi dilakukan dengan pengawalan ketat mengingat medan pegunungan yang sulit dan potensi ancaman dari kelompok bersenjata.
Peristiwa bermula saat pesawat AMA yang membawa tujuh penumpang dari Wamena tiba di Balinggama. Setibanya di lapangan terbang, KKB diduga menembak pilot dan membakar pesawat. Ketujuh penumpangโEston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hosoโdilaporkan selamat oleh Kodam XVII/Cenderawasih. "Mereka seluruhnya Orang Asli Papua dan kini dalam kondisi aman," kata Kapendam Kolonel Inf Tri Purwanto.
Operasi evakuasi ini merupakan bagian dari Operasi Khusus Perebutan Cepat yang digelar Koops TNI Habema. Selain mengamankan lokasi, operasi ini bertujuan menguasai titik masuk bantuan dan melaksanakan Search and Rescue (SAR) taktis. Sebanyak 10 personel dikerahkan dengan dukungan dua helikopter Caracal. Wakil Panglima Koops TNI Habema, Brigjen Riyanto, menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan. "Prioritas kami menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses hukum terhadap pelaku," katanya.
Insiden ini kembali menyoroti ancaman KKB di Papua, yang oleh aparat dikaitkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Serangan terhadap pesawat sipil dan warga asing menimbulkan kekhawatiran akan dampak pada operasional penerbangan dan investasi di wilayah tersebut. Ke depan, pengamanan bandara perintis di daerah rawan perlu diperkuat untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.



