Tiga Klub Premier League Berebut Winger Jepang Nakamura Usai Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Keito Nakamura, winger Jepang berusia 26 tahun, menjadi incaran Everton, Bournemouth, dan Fulham setelah tampil impresif di Piala Dunia 2026.
- Klubnya saat ini, Stade Reims, bersedia melepas Nakamura dengan banderol sekitar £21,5 juta setelah gagal promosi ke Ligue 1.
- Selain kemampuan di lapangan, daya tarik komersial Nakamura—termasuk penampilan di Paris Fashion Week—menambah nilai jualnya di mata klub-klub Eropa.

Penampilan gemilang Keito Nakamura bersama Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 langsung berbuah minat serius dari tiga klub Premier League: Everton, Bournemouth, dan Fulham. Winger berusia 26 tahun itu menjadi sorotan setelah sukses mengisi kekosongan yang ditinggalkan Kaoru Mitoma yang cedera, dan kini pintu transfernya terbuka lebar.
Nakamura saat ini membela Stade Reims yang terdegradasi ke kasta kedua Prancis. Namun, klausul dalam kontraknya memungkinkan ia pergi jika ada klub yang membayar sekitar £21,5 juta. Everton dan Bournemouth telah menjajaki kemungkinan transfer, meski keduanya perlu melepas pemain sayap lebih dulu sebelum bergerak. Fulham, yang dikabarkan akan menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai manajer baru, juga masuk dalam daftar peminat.
Musim lalu, Nakamura menjadi pencetak gol terbanyak Reims dengan 14 gol di Ligue 2, setelah sebelumnya menorehkan 11 gol di Ligue 1 pada musim 2024-25. Di Piala Dunia, ia mencetak satu gol, satu assist, dan masuk dalam tim terbaik fase grup versi Opta. Jepang nyaris mengalahkan Brasil di babak 32 besar sebelum akhirnya kalah lewat gol telat lawan.
Jurnalis sepak bola Jepang, Tasuku Okawa, menilai Nakamura telah membuktikan diri layak bermain di level tertinggi meski saat ini berlaga di divisi dua Prancis. "Ia mengubah frustrasi karena tidak pindah musim lalu menjadi motivasi. Penampilannya tidak hanya menutupi absennya Mitoma, tetapi menjadi pusat serangan Jepang," ujarnya.
Di luar lapangan, Nakamura juga membangun merek pribadi yang kuat. Ia dianggap sebagai pemain Jepang paling marketable sejak Hidetoshi Nakata, berkat penampilan fisik yang menarik dan kehadirannya di ajang fashion seperti Paris Fashion Week. Manajemen kariernya dipegang oleh orang tuanya, dan ia dikenal disiplin dalam hal nutrisi—bahkan memiliki koki pribadi yang menemaninya ke mana pun.
Bagi Indonesia, fenomena Nakamura menjadi pengingat bahwa pemain Asia kini mampu bersaing di papan atas Eropa, sekaligus membangun nilai komersial global. Jika transfer ke Premier League terwujud, ia akan menjadi pemain Jepang ketiga yang bermain di Inggris setelah Mitoma dan Takehiro Tomiyasu. Pertanyaannya, akankah klub-klub Premier League berani mengeluarkan dana besar untuk pemain yang baru setahun bermain di divisi dua Prancis?



