Polda Jatim Perkuat Penyelidikan Kematian Pejabat Bangkalan di Bandara Juanda
Baca dalam 60 detik
- Polda Jatim turun tangan mengusut kematian Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan yang jasadnya ditemukan di mobil dinas di Bandara Juanda.
- Hasil autopsi menguatkan dugaan pembunuhan, dengan temuan luka tumpul dan tanda asfiksia pada tubuh korban.
- Polisi masih menunggu hasil toksikologi untuk memastikan penyebab pasti kematian, sementara pelaku belum tertangkap.

Polda Jawa Timur mengambil alih penyelidikan kematian misterius Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, RYS (51), yang mayatnya ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6) pekan lalu. Hingga kini, polisi masih memburu pelaku dan menunggu hasil laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab pasti kematian.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menyatakan seluruh jajaran akan bersinergi mempercepat pengungkapan kasus ini. โUpaya sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk dapat cepat mengungkap kasus ini akan terus kami lakukan. Mohon doanya mudah-mudahan segera tertangkap,โ ujarnya, Rabu (1/7).
Dugaan pembunuhan kian menguat setelah tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan sejumlah indikasi kekerasan. Pemeriksaan luar menunjukkan luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul, serta pelebaran pembuluh darah di kelopak mata dan kebiruan pada bibirโtanda umum kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Pemeriksaan organ dalam juga memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas atas, dan dinding lambung.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra, mengonfirmasi bahwa penyelidikan sementara mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Namun, ia enggan membeberkan detail lebih lanjut. โMasih lidik, nanti diinformasikan kalau sudah rilis resmi,โ katanya.
Kendati demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena kondisi pembusukan lanjut pada organ tubuh korban. Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Laboratorium Forensik Polda Jatim terhadap sampel ginjal, lambung beserta isinya, serta kuku jari korban. Hasil tersebut diharapkan dapat mengungkap apakah ada zat beracun atau obat-obatan tertentu yang mempercepat kematian.
Kasus ini menyita perhatian publik karena korban adalah pejabat daerah yang ditemukan tewas di tempat umum, yakni bandara internasional. Bandara Juanda sendiri merupakan salah satu gerbang utama Jawa Timur, sehingga kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai aspek keamanan di area parkir bandara. Polda Jatim pun berjanji akan mengusut tuntas, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pengamanan yang longgar.
Ke depan, publik menantikan apakah polisi dapat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik pembunuhan ini. Apakah ini terkait dengan jabatan korban di dinas perumahan, atau ada persoalan pribadi? Semua masih menjadi teka-teki yang menunggu jawaban dari hasil penyelidikan.



