Morocco Bangkit di Menit Akhir, Bekuk Belanda Lewat Adu Penalti
Baca dalam 60 detik
- Maroko menyamakan kedudukan di masa injury time melalui sundulan Issa Diop setelah umpan silang Chemsdine Talbi.
- Kemenangan adu penalti ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Maroko di Piala Dunia 2026, setelah finis keempat pada edisi 2022.
- Laga babak 16 besar melawan tuan rumah Kanada akan menjadi ujian berikutnya bagi semangat juang Atlas Lions.

Maroko kembali menunjukkan mentalitas baja di Piala Dunia 2026. Tertinggal hingga menit ke-90+2, mereka menyamakan kedudukan dan akhirnya menang adu penalti atas Belanda, Selasa (2/7) malam. Kemenangan ini memastikan tiket ke babak 16 besar dan menegaskan bahwa skuad asuhan Walid Regragui tidak pernah menyerah sampai peluit panjang berbunyi.
Belanda unggul lebih dulu lewat gol Cody Gakpo pada menit ke-72. Gol tersebut lahir dari serangan balik cepat—umpan panjang, sundulan, dan penyelesaian klinis. Namun, Maroko tidak panik. Mereka terus menguasai bola dan menekan pertahanan Belanda. Hasilnya, di masa injury time, Chemsdine Talbi mengirim umpan silang akurat yang disundul Issa Diop untuk menyamakan skor 1-1.
Bek Noussair Mazraoui, yang tampil impresif sepanjang laga, menegaskan bahwa timnya tidak pernah kehilangan keyakinan. “Kami tetap tenang meski tertinggal. Tidak ada kepanikan, bahkan ketika mereka mulai bertahan. Umpan Talbi dan sundulan Diop adalah momen yang kami tunggu,” ujarnya kepada FIFA usai pertandingan.
Kemenangan ini bukan kebetulan. Di Qatar 2022, Maroko sudah menunjukkan kemampuan mengalahkan tim-tim besar seperti Belgia, Spanyol, dan Portugal. Pola yang sama terulang di Amerika Serikat: mereka menghadapi Brasil di fase grup dan Belanda di babak 16 besar. Mazraoui menilai hasil ini membuktikan kerja keras tim nasional. “Belanda adalah salah satu tim terbaik dunia, calon juara. Cara kami menang hari ini menunjukkan banyak hal,” tambahnya.
Babak kedua menjadi milik Maroko. Mereka mendominasi penguasaan bola, sesuatu yang jarang terjadi saat melawan Belanda. Mazraoui mengakui bahwa strategi Belanda sengaja memberi ruang untuk serangan balik. “Mereka membiarkan kami menguasai bola, dan itu berhasil karena mereka mencetak gol dari serangan balik. Tapi kami bisa menyamakan kedudukan dan membawanya ke adu penalti,” jelasnya.
Ismael Saibari, yang menjadi algojo penalti terakhir, mengaku lega bisa membawa timnya lolos. “Perasaan luar biasa. Yang terpenting adalah kami melaju ke babak selanjutnya. Terima kasih untuk semua yang telah berjuang,” katanya singkat.
Bagi Indonesia, perjalanan Maroko menjadi inspirasi. Timnas Indonesia yang tengah membangun skuad kompetitif bisa belajar dari konsistensi dan mentalitas Atlas Lions. Kemampuan bangkit dari tekanan dan memanfaatkan momen krusial adalah modal berharga, terutama saat menghadapi tim-tim unggulan di kancah Asia.
Selanjutnya, Maroko akan menghadapi tuan rumah Kanada di Houston Stadium pada 4 Juli. Mazraoui mengakui laga itu tidak akan mudah. “Kanada sedang dalam performa bagus, memiliki tim dan pemain berkualitas. Ini akan menjadi tugas berat lainnya untuk kembali berprestasi bagi Maroko,” pungkasnya. Dengan semangat yang tak pernah padam, akankah Maroko melangkah lebih jauh dari capaian empat besar di Qatar?



