Pelatih Prancis Deschamps Kembali ke Piala Dunia Usai Pemakaman Ibu
Baca dalam 60 detik
- Didier Deschamps kembali memimpin skuad Prancis di Piala Dunia 2026 setelah absen satu laga karena duka kehilangan ibunda.
- Tanpa kehadirannya, Les Bleus tetap mengalahkan Norwegia 4-1 dan memastikan status juara Grup I dengan jadwal perjalanan lebih ringan.
- Prancis akan menghadapi Swedia di babak 32 besar, dan kepulangan Deschamps diharapkan memperkuat mental tim.

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, telah kembali bergabung dengan skuad Les Bleus di Piala Dunia 2026 setelah sempat meninggalkan kamp latihan untuk menghadiri pemakaman ibunya. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi kabar tersebut pada Sabtu (27/6) waktu setempat, sekaligus meredakan kekhawatiran publik akan kondisi psikologis sang arsitek tim.
Deschamps diketahui meninggalkan Boston, markas sementara Prancis, pada Jumat (26/6) dan tidak mendampingi anak asuhnya saat menghadapi Norwegia di laga pamungkas Grup I. Meski tanpa komando langsung dari pelatih berusia 57 tahun itu, Prancis sukses menekuk Norwegia dengan skor telak 4-1. Kemenangan tersebut memastikan Les Bleus keluar sebagai juara grup, sebuah pencapaian yang memberi mereka keuntungan berupa jadwal perjalanan yang lebih ringan menuju babak gugur.
Kehilangan orang tua di tengah turnamen besar tentu menjadi ujian emosional tersendiri bagi Deschamps. Namun, kembalinya ia ke Boston pada Sabtu pagi menunjukkan komitmen kuat untuk tetap memimpin tim. “Didier bersama kami,” demikian pernyataan singkat FFF kepada media, tanpa merinci lebih lanjut kondisi pelatih yang akrab disapa 'La Dèche' itu.
Bagi pengamat sepak bola, situasi ini mengingatkan pada momen-momen serupa di masa lalu, ketika pelatih harus membagi fokus antara tugas profesional dan duka pribadi. Deschamps sendiri dikenal sebagai figur yang tegar dan pragmatis. Sejak menangani timnas pada 2012, ia telah membangun reputasi sebagai manajer yang mampu menjaga stabilitas ruang ganti meski dalam tekanan.
Dari sisi taktik, kehadiran Deschamps di pinggir lapangan saat melawan Swedia akan menjadi suntikan moral bagi pemain. Sebelum absen, ia telah menyusun strategi yang membuat Prancis tampil dominan di fase grup. Kemenangan atas Norwegia tanpa dirinya justru menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Prancis, dengan pemain-pemain seperti Kylian Mbappé dan Antoine Griezmann tampil impresif.
Pertandingan melawan Swedia di babak 32 besar akan menjadi ujian pertama Deschamps pasca-kembali. Swedia, yang lolos sebagai runner-up grup, bukanlah lawan mudah. Namun, dengan momentum positif dan soliditas tim yang sudah teruji, Prancis tetap diunggulkan. Pertanyaan besarnya adalah sejauh mana duka pribadi Deschamps akan memengaruhi keputusan taktisnya di laga krusial nanti.
Bagi publik sepak bola Indonesia, kisah Deschamps ini bisa menjadi pelajaran tentang profesionalisme dan dedikasi. Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia, aspek kemanusiaan seperti ini kerap luput dari sorotan, namun justru memperkaya narasi turnamen. Bagaimana Deschamps bangkit dari keterpurukan akan menjadi cerita yang layak diikuti.



