InJourney Kukuhkan Diri sebagai Operator Hotel Terbesar Kedua Usai Konsolidasi 120 Properti BUMN
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah resmi menggabungkan 120 hotel milik BUMN ke dalam InJourney, menjadikannya operator hotel terbesar kedua di Indonesia.
- Penandatanganan CSPA untuk 45 hotel tahap awal dilakukan Jumat lalu, dengan target tambahan hotel pada pekan depan.
- Konsolidasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor perhotelan BUMN di bawah kendali Danantara.

Pemerintah melalui Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) dan Danantara resmi menyatukan seluruh aset perhotelan milik negara di bawah bendera InJourney, langkah yang langsung mengangkat perusahaan pelat merah itu menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia. Konsolidasi ini menandai babak baru dalam transformasi BUMN sektor pariwisata yang selama ini terfragmentasi.
Pada Jumat (26/6/2026), sebanyak 45 hotel yang tersebar di berbagai BUMN menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) sebagai tahap awal integrasi. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa penyatuan ini merupakan lompatan besar dalam menata ulang dan memperkuat nilai aset hospitality. "Dengan proyeksi 120 hotel, InJourney akan menjadi operator hotel kedua terbesar di Indonesia," ujarnya.
Proses konsolidasi tidak berhenti di 45 hotel tersebut. Dony mengonfirmasi bahwa penambahan penandatanganan dari beberapa hotel lain dijadwalkan pada awal pekan depan. Skema CSPA dipilih untuk memastikan proses berjalan prudent dan mengedepankan tata kelola yang baik, sekaligus menjadi pondasi solid untuk value creation ke depan.
Bagi pelaku industri pariwisata dan investor, langkah ini membawa implikasi signifikan. Sebelumnya, hotel-hotel BUMN dikelola secara terpisah oleh masing-masing perusahaan, menyebabkan inefisiensi dan kurangnya sinergi. Dengan integrasi ini, InJourney tidak hanya memperbesar skala operasi tetapi juga berpotensi meningkatkan daya tawar terhadap pemasok, mengoptimalkan pemasaran lintas properti, dan memperkuat posisi dalam persaingan dengan operator swasta seperti Accor, Marriott, atau Hotel Indonesia Group.
Dony menekankan bahwa transformasi ini pada akhirnya akan menciptakan portofolio industri pariwisata yang lebih efisien, kompetitif, dan terintegrasi. "Momentum positif ini akan terus kita jaga," tambahnya. Konsolidasi juga sejalan dengan visi Danantara untuk mengelola aset BUMN secara lebih profesional dan berorientasi nilai.
Ke depan, tantangan terbesar InJourney adalah mengintegrasikan budaya kerja, standar layanan, dan sistem manajemen dari puluhan hotel yang sebelumnya berada di bawah naungan berbeda. Apakah langkah ini cukup untuk mendongkrak kontribusi BUMN terhadap sektor pariwisata nasional yang tengah bergeliat? Waktu yang akan menjawab, namun sinyal konsolidasi sudah jelas: pemerintah serius merapikan portofolio bisnisnya.



