466 Hewan Kurban Bantul Terinfeksi Cacing Hati Dinyatakan Aman Dikonsumsi
Baca dalam 60 detik
- Infeksi cacing hati yang disebabkan oleh parasit Fasciola terutama menyerang organ hati hewan dan tidak menyebar ke jaringan otot.
- Proses memasak yang tepat pada suhu tinggi dapat membunuh parasit tersebut, sehingga daging aman untuk dikonsumsi manusia.
- Sikap pemerintah ini sejalan dengan pedoman kedokteran hewan yang mengutamakan keamanan pangan tanpa menimbulkan pemborosan yang tidak perlu.

Infeksi cacing hati yang disebabkan oleh parasit Fasciola terutama menyerang organ hati hewan dan tidak menyebar ke jaringan otot. Proses memasak yang tepat pada suhu tinggi dapat membunuh parasit tersebut, sehingga daging aman untuk dikonsumsi manusia. Sikap pemerintah ini sejalan dengan pedoman kedokteran hewan yang mengutamakan keamanan pangan tanpa menimbulkan pemborosan yang tidak perlu.
Pengumuman ini muncul di tengah pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan menjelang ritual kurban tahunan. Dinas Peternakan Bantul telah memeriksa ribuan hewan dan menemukan 466 kasus dari total populasi. Pejabat mengimbau masyarakat untuk memasak daging hingga matang sempurna dan menghindari konsumsi hati mentah atau setengah matang.
Pendekatan pragmatis ini menyeimbangkan tradisi keagamaan dengan kepentingan kesehatan masyarakat, menjadi preseden bagi daerah lain. Dengan mengomunikasikan risiko dan langkah mitigasi secara transparan, pihak berwenang menjaga kepercayaan publik sambil meminimalkan gangguan ekonomi. Langkah ini juga menegaskan pentingnya pengawasan veteriner dalam menjamin keamanan pangan.
Langkah Strategis: Dengan memberikan izin konsumsi hewan yang terinfeksi, Bantul menghindari pemborosan daging dalam jumlah besar dan menjaga stabilitas pasar. Daerah lain dapat mengadopsi penilaian berbasis risiko serupa, beralih dari pelarangan menyeluruh menuju protokol keamanan pangan berbasis sains.
Artikel ini disunting dengan bantuan AI untuk keterbacaan. Baca disini (link asli).

