Capcom Catat Rekor: 23 Juta Unit Game Resident Evil Terjual dalam Setahun
Baca dalam 60 detik
- Capcom mengumumkan penjualan game Resident Evil terbaru mencapai 23 juta unit antara Maret 2025 hingga Maret 2026.
- Resident Evil Requiem menjadi kontributor terbesar dengan 6,9 juta unit, disusul Village dan RE4 masing-masing 3,6 juta unit.
- Total penjualan franchise sejak 1996 menembus 201 juta unit, menunjukkan daya tarik abadi waralaba horor ini.

Capcom kembali membuktikan dominasinya di industri gim horor. Penerbit asal Jepang itu melaporkan bahwa seluruh judul terbaru waralaba Resident Evil berhasil terjual sebanyak 23 juta unit hanya dalam kurun waktu satu tahun, yakni antara Maret 2025 hingga Maret 2026. Angka ini menjadi bukti bahwa meski usianya sudah menginjak tiga dekade, minat gamer terhadap kisah zombie dan virus Umbrella masih sangat tinggi.
Rincian penjualan menunjukkan bahwa Resident Evil Requiem, judul teranyar yang dirilis pada 2025, menjadi primadona dengan torehan 6,9 juta unit. Disusul oleh Resident Evil Village dan Resident Evil 4 yang sama-sama mengantongi 3,6 juta unit. Sementara itu, Resident Evil 3 terjual 3,4 juta unit, Resident Evil 2 2,9 juta unit, dan Resident Evil 7 Biohazard 2,6 juta unit. Capcom tidak merinci angka penjualan untuk judul lawas seperti Resident Evil 5 atau 6, yang kemungkinan besar sudah tidak termasuk dalam periode laporan tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi Capcom yang konsisten merilis ulang gim lawas dengan mesin grafis modern (remake) serta menghadirkan judul baru yang inovatif. Resident Evil 4 Remake misalnya, mendapat sambutan hangat berkat peningkatan gameplay dan visual yang signifikan. Sementara Resident Evil Village sukses memadukan elemen horor klasik dengan aksi yang lebih dinamis.
Bagi para penggemar gim di Indonesia, kabar ini menegaskan bahwa Resident Evil tetap menjadi salah satu waralaba paling laris di dunia. Meskipun pasar gim Tanah Air lebih didominasi gim mobile dan battle royale, popularitas Resident Evil di kalangan gamer PC dan konsol tidak bisa diabaikan. Capcom sendiri telah merilis beberapa judul Resident Evil dalam versi cloud untuk Nintendo Switch, yang memungkinkan pemain dengan koneksi internet stabil menikmati gim horor ini tanpa perlu perangkat keras mahal. Hal ini bisa menjadi celah bagi Capcom untuk menjangkau lebih banyak pemain di Indonesia, mengingat penetrasi cloud gaming yang mulai tumbuh.
Menurut analis industri gim, kesuksesan Capcom juga didorong oleh model bisnis yang cerdas. Dengan merilis gim secara bertahap di berbagai platform—mulai dari PC, PlayStation, Xbox, hingga Nintendo Switch—Capcom memastikan tidak ada segmen pasar yang terlewat. Selain itu, kehadiran Resident Evil Requiem sebagai judul eksklusif sementara untuk PlayStation 5 juga berhasil mendongkrak penjualan konsol tersebut.
Ke depan, Capcom diperkirakan akan terus memanfaatkan momentum ini dengan merilis lebih banyak konten unduhan (DLC) dan mungkin mengumumkan judul baru dalam waktu dekat. Pertanyaan yang muncul: mampukah Capcom mempertahankan laju penjualan ini di tengah persaingan ketat dari Silent Hill yang baru bangkit dan judul horor independen lainnya? Atau akankah strategi remake mulai kehilangan daya tariknya? Hanya waktu yang akan menjawab.



