Evakuasi Jenazah 120 Kg dari Lantai Dua: Damkar Jakarta Timur Buktikan Peran di Luar Pemadaman
Baca dalam 60 detik
- Petugas pemadam kebakaran Jakarta Timur mengevakuasi jenazah berbobot 120 kg dari lantai dua rumah sempit di Pulogadung dalam waktu 57 menit.
- Operasi ini menunjukkan perluasan peran damkar yang tak hanya memadamkan api, tetapi juga menangani situasi darurat kemanusiaan yang membutuhkan keahlian teknis.
- Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan petugas penyelamat dalam menghadapi kondisi ekstrem, seperti akses terbatas dan bobot jenazah yang berat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260985/original/000672200_1781671173-Damkar_evakuasi_jenazah_120_kg.jpg)
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur berhasil mengevakuasi jenazah seorang warga berbobot 120 kilogram dari lantai dua rumah di Kelurahan Jati, Pulogadung, Selasa (16/6/2026) malam. Operasi yang berlangsung hampir satu jam ini menjadi bukti bahwa peran pemadam kebakaran kini merambah ke ranah penyelamatan di luar kebakaran, menuntut keterampilan dan koordinasi tinggi.
Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam evakuasi adalah akses rumah yang sempit dan posisi jenazah di lantai dua. โPetugas menerima permintaan bantuan dari Sekretariat Kelurahan Jati pada pukul 17.58 WIB. Warga kesulitan menurunkan jenazah karena kondisi lokasi yang terbatas,โ ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, dua unit damkar dikerahkan dari Kelompok Bandung. Unit pertama meluncur pukul 18.05 WIB, disusul unit kedua pada pukul 18.20 WIB. Setibanya di lokasi, petugas melakukan asesmen terhadap struktur bangunan dan akses tangga sebelum memulai evakuasi pada pukul 18.23 WIB. Koordinasi yang ketat diperlukan untuk memastikan keselamatan petugas dan warga sekitar, mengingat bobot jenazah yang mencapai 120 kg.
Proses penurunan jenazah berlangsung tanpa kendala berarti. Petugas menggunakan peralatan khusus dan teknik pengangkatan yang aman untuk menghindari cedera pada jenazah maupun petugas. Setelah berhasil dibawa ke lantai dasar, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk pemulasaraan. โSituasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali selama kegiatan,โ tambah Abdul Wahid.
Kejadian ini mengingatkan publik bahwa petugas pemadam kebakaran tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melakukan berbagai operasi penyelamatan dan bantuan kemanusiaan. Di Indonesia, peran damkar semakin meluas, termasuk evakuasi korban bencana, penyelamatan hewan, dan penanganan situasi darurat lainnya. Namun, tantangan seperti akses terbatas dan bobot korban yang berat kerap menjadi ujian bagi kesiapsiagaan personel.
Menurut pengamat kebencanaan dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Rahmat, kasus seperti ini menekankan perlunya pelatihan khusus bagi petugas damkar dalam menangani evakuasi medis. โTidak semua petugas terlatih untuk mengevakuasi jenazah dengan bobot ekstrem. Ini membutuhkan teknik pengangkatan yang tepat dan kerja tim,โ ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi dengan pihak kelurahan dan keluarga agar proses berjalan lancar.
Bagi warga Jakarta, khususnya yang tinggal di kawasan padat dengan akses sempit, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya memiliki jalur evakuasi yang memadai. Pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong perbaikan infrastruktur rumah tinggal agar memudahkan akses petugas penyelamat dalam situasi darurat.
Ke depan, apakah peran damkar akan terus diperluas hingga mencakup evakuasi medis rutin? Ataukah perlu ada unit khusus yang dibentuk untuk menangani kasus serupa? Pertanyaan ini layak dijawab oleh pemangku kebijakan, mengingat frekuensi permintaan bantuan evakuasi non-kebakaran yang kian meningkat.



