Pramono Anung Tawarkan Investasi TOD dan MRT Jakarta ke Singapura
Baca dalam 60 detik
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menawarkan proyek TOD dan MRT Jakarta Fase 3-4 kepada investor Singapura dalam pertemuan dengan PM Lawrence Wong.
- Pramono menjamin iklim investasi yang mudah, transparan, dan konsisten, memanfaatkan pengalamannya sebagai Sekretaris Kabinet untuk memberikan kepastian kebijakan.
- Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi ASEAN dan menarik lebih banyak investasi asing.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara langsung menawarkan peluang investasi di proyek Transit-Oriented Development (TOD) dan pengembangan MRT Jakarta fase ketiga dan keempat kepada Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Senin (15/6) di Istana Perdana Menteri Singapura. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta serius menarik modal asing untuk mempercepat transformasi infrastruktur perkotaan.
Dalam pertemuan tersebut, Pramono menekankan bahwa menanamkan modal di Jakarta berarti mendapatkan akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Ia menyebut arus investasi yang masuk tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi ibu kota, tetapi juga memperkuat perekonomian ASEAN secara keseluruhan. "Investasi di Jakarta akan menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura," ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurut Pramono, berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang mudah, transparan, efisien, dan konsisten. Kepastian kebijakan menjadi faktor kunci untuk membangun kepercayaan investor. "Kami ingin pelaku bisnis Singapura tahu bahwa Jakarta memiliki aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten," tegasnya.
Pertemuan ini juga memperkuat komunikasi yang telah terjalin antara Pramono dan Lawrence Wong sejak keduanya sama-sama bertugas di pemerintahan nasional. Pramono yang pernah menjadi Sekretaris Kabinet selama dua periode menilai pengalaman tersebut membantunya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasi di tingkat daerah. Hal ini, menurutnya, penting untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi investor.
Bagi Indonesia, kerja sama ini memiliki implikasi strategis. Selain mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi massal di Jakarta, investasi Singapura di sektor TOD dan MRT dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia. Keberhasilan proyek ini berpotensi meningkatkan daya saing Jakarta sebagai pusat bisnis regional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan realisasi investasi berjalan sesuai rencana. Pertanyaan yang muncul: apakah komitmen Singapura akan segera diikuti dengan penandatanganan kontrak, atau masih akan melalui proses negosiasi yang panjang? Jawabannya akan menentukan seberapa cepat Jakarta dapat mewujudkan visinya sebagai kota global berkelanjutan.



