Kenang Pelatihan Militer 1981, Prabowo Jamu Presiden Jerman Steinmeier di Istana
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (15/6).
- Dalam jamuan santap siang, Prabowo mengenang pengalaman pelatihannya di Jerman pada 1981 dan menekankan pentingnya hubungan bilateral yang telah berlangsung 74 tahun.
- Kunjungan ini diharapkan memperkuat kerja sama di tengah ketidakpastian global, dengan Jerman sebagai mitra strategis Indonesia di Eropa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260155/original/069961900_1781578945-3ae04965-7c16-44f3-b1de-2a0cafabfd68.jpg)
Presiden Prabowo Subianto mengenang masa pelatihan militernya di Jerman pada 1981 saat menjamu Presiden Frank-Walter Steinmeier dalam jamuan santap siang kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6). Momen tersebut menjadi simbol eratnya hubungan bilateral yang telah terjalin selama 74 tahun antara Indonesia dan Jerman.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut Jerman memiliki tempat istimewa bagi Indonesia, tidak hanya sebagai mitra dagang utama di Eropa, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam inovasi, teknologi, dan disiplin. Ia menekankan bahwa banyak warga Indonesia yang menempuh pendidikan dan pelatihan di Jerman, termasuk Presiden ketiga RI yang memiliki pengalaman panjang belajar dan bekerja di sana.
โSaya pribadi juga dapat bersaksi atas kekuatan ini karena saya sendiri pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981,โ ujar Prabowo, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (16/6). Ia berharap kunjungan Steinmeier dapat memperkuat kerja sama kedua negara di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini.
Prabowo juga menggarisbawahi peran Jerman dalam memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional, bahkan sebelum kemerdekaan. โAkar hubungan kita sesungguhnya telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka,โ katanya. Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan kedua negara memiliki fondasi historis yang kuat, bukan sekadar hubungan diplomatik formal.
Bagi Indonesia, Jerman tidak hanya menjadi mitra ekonomi, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia dan teknologi. Banyak mahasiswa dan profesional Indonesia yang memilih Jerman sebagai destinasi studi dan pelatihan, terutama di bidang teknik dan sains. Kunjungan Steinmeier diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama di sektor pendidikan, riset, dan industri.
Di sisi lain, Jerman juga berkepentingan untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Dalam konteks geopolitik global, Indonesia menjadi mitra penting bagi Jerman dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Pertemuan ini menjadi ajang untuk membahas isu-isu strategis seperti perubahan iklim, transformasi digital, dan ketahanan energi.
Menutup sambutannya, Prabowo menyampaikan harapan agar hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Jerman terus berkembang. โSaya berharap Presiden Steinmeier dan Ibu Bรผdenbender sehat dan sukses, dan rakyat Indonesia dan Jerman terus sejahtera dan bersahabat,โ ucapnya. Kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan kemitraan bilateral di masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.



