Lee Jae-myung Minta Trump Pimpin Diplomasi Damai dengan Korea Utara
Baca dalam 60 detik
- Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung meminta Donald Trump untuk memimpin upaya damai dengan Korea Utara dalam pertemuan singkat di KTT G7.
- Trump menunjukkan minat untuk menghidupkan kembali diplomasi dengan Kim Jong-un, termasuk unggahan foto tanpa keterangan di Truth Social.
- Langkah ini dapat mempengaruhi dinamika keamanan di Asia Timur dan berdampak pada kebijakan luar negeri Indonesia terkait Semenanjung Korea.

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara langsung meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil peran utama dalam menyelesaikan ketegangan dengan Korea Utara secara damai. Permintaan itu disampaikan dalam perbincangan singkat di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Seven (G7) pada Selasa (16/6), menurut pernyataan kantor kepresidenan Korea Selatan.
Pertemuan tersebut terjadi saat para pemimpin negara G7 berfoto bersama. Juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung mengungkapkan bahwa Trump sempat menanyakan perkembangan hubungan dengan Korea Utara kepada Lee. Menanggapi hal itu, Lee meminta Trump untuk memimpin upaya damai, sebagaimana yang pernah dilakukannya dalam konflik di Timur Tengah. Trump pun merespons bahwa ia akan bekerja untuk menangani masalah Korea Utara.
Hubungan Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sempat menjadi sorotan dunia internasional. Selama masa jabatan pertamanya, Trump menggelar tiga pertemuan dengan Kim, termasuk KTT bersejarah di Singapura pada 2018, KTT kedua di Hanoi pada 2019, dan pertemuan di Zona Demiliterisasi (DMZ) pada tahun yang sama. Namun, pembicaraan tersebut gagal mencapai kesepakatan konkret mengenai denuklirisasi Korea Utara dan pencabutan sanksi.
Trump telah berulang kali memberi sinyal ingin menghidupkan kembali diplomasi langsung dengan Kim. Pada Agustus 2025, ia menyatakan berharap dapat bertemu dengan pemimpin Korea Utara "di masa depan yang tepat". Pada Oktober 2025, ia juga mengatakan akan "senang" bertemu Kim lagi. Pekan lalu, Trump mengunggah foto dirinya bersama Kim Jong-un di platform Truth Social tanpa keterangan, yang dianggap sebagai pengingat akan diplomasi masa lalu mereka.
Langkah Lee meminta bantuan Trump menunjukkan bahwa Korea Selatan melihat AS sebagai kunci dalam meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati karena stabilitas di Asia Timur berdampak langsung pada keamanan regional dan hubungan dagang. Indonesia selama ini mendukung dialog damai di Semenanjung Korea dan memiliki kepentingan dalam menjaga perdamaian di kawasan.
"Trump merespons bahwa ia akan bekerja untuk menangani masalah Korea Utara," kata Kang Yu-jung, juru bicara kepresidenan Korea Selatan.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Trump dapat mencapai kemajuan yang lebih berarti dibandingkan pertemuan sebelumnya. Dengan sinyal positif dari kedua pemimpin, diplomasi baru antara AS dan Korea Utara mungkin akan terwujud, namun tantangan denuklirisasi tetap menjadi hambatan utama.



