Deltamas (DMAS) Ganti Presiden Komisaris, Teky Mailoa Gantikan Muktar Widjaja
Baca dalam 60 detik
- PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) resmi mengangkat Teky Mailoa sebagai Presiden Komisaris baru menggantikan Muktar Widjaja yang mengundurkan diri.
- Perubahan ini disetujui dalam RUPST dan diumumkan melalui keterbukaan informasi BEI, menandai perombakan di jajaran komisaris perusahaan properti tersebut.
- Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi penguatan tata kelola perusahaan di tengah persaingan ketat sektor properti Indonesia.

PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS), emiten pengembang kawasan industri dan properti di Indonesia, resmi menunjuk Teky Mailoa sebagai Presiden Komisaris yang baru, menggantikan Muktar Widjaja yang telah mengundurkan diri. Keputusan ini diumumkan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/6/2026), setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Perombakan di jajaran komisaris ini menandai perubahan signifikan dalam struktur tata kelola perusahaan. Selain pengangkatan Teky Mailoa, RUPST juga menyetujui pengangkatan Irhoan Tanudiredja sebagai Komisaris Independen. Susunan komisaris baru terdiri dari Teky Mailoa sebagai Presiden Komisaris, Hermawan Wijaya dan Masayoshi Hirose sebagai Wakil Presiden Komisaris, Seiji Itagaki sebagai Komisaris, serta Teddy Pawitra, Susiyati Bambang Hirawan, dan Irhoan Tanudiredja sebagai Komisaris Independen.
Langkah ini menarik perhatian pelaku pasar karena DMAS merupakan salah satu pemain utama di sektor properti dan kawasan industri, khususnya di kawasan Kota Deltamas, Cikarang. Penggantian posisi puncak di jajaran komisaris kerap diartikan sebagai sinyal perubahan strategi atau penguatan tata kelola perusahaan. Muktar Widjaja, yang sebelumnya menjabat Presiden Komisaris, telah mengundurkan diri dengan alasan yang belum diungkapkan secara rinci oleh manajemen.
Bagi investor dan pelaku pasar properti Indonesia, perubahan ini dapat diinterpretasikan sebagai upaya DMAS untuk meningkatkan profesionalisme dan transparansi di tengah persaingan yang semakin ketat. Industri properti nasional saat ini tengah menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga dan perlambatan ekonomi global, sehingga penguatan tata kelola menjadi krusial. Teky Mailoa, yang memiliki latar belakang di bidang properti dan investasi, diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam pengawasan strategi perusahaan.
Menurut analis properti di Jakarta, perombakan komisaris ini juga bisa menjadi langkah antisipatif untuk menghadapi tantangan regulasi dan kebutuhan pendanaan di masa depan. Dengan masuknya Irhoan Tanudiredja sebagai Komisaris Independen, DMAS menunjukkan komitmen terhadap prinsip-prinsip good corporate governance (GCG), yang menjadi perhatian utama investor institusional.
Ke depan, publik akan mencermati apakah perubahan ini akan diikuti dengan pergeseran strategi bisnis DMAS, terutama dalam pengembangan kawasan industri dan residensial. Pertanyaan yang muncul: akankah DMAS mempercepat ekspansi atau justru fokus pada konsolidasi internal? Jawabannya akan terlihat dalam kinerja kuartal-kuartal mendatang.



