OJK Buka Suara soal Penurunan Skor MSCI: Hanya Satu Kriteria yang Berubah
Baca dalam 60 detik
- OJK merespons hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow, namun menegaskan mayoritas indikator tetap positif.
- Dari 18 kriteria penilaian, 10 memperoleh nilai tertinggi (++), enam bernilai (+), dan hanya dua bernilai (-), dengan satu kriteria mengalami perubahan tahun ini.
- Regulator optimistis reformasi yang berjalan akan memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di mata investor global.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya angkat bicara perihal hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menurunkan peringkat Indonesia pada aspek Information Flow, meski regulator menegaskan mayoritas indikator aksesibilitas pasar modal tetap terjaga.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Jumat (19/6/2026), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyatakan bahwa penurunan hanya terjadi pada satu dari 18 kriteria penilaian. "Secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.
Hasil review menunjukkan bahwa dari lima segmen Market Accessibility, sebanyak 10 kriteria memperoleh nilai "++" (kategori tertinggi), enam kriteria bernilai "+", dan hanya dua kriteria yang mendapat nilai "-", yakni Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level. Perubahan penilaian tahun ini hanya terjadi pada aspek Information Flow.
Menanggapi kritik MSCI, OJK membeberkan sejumlah reformasi yang telah dan sedang dijalankan, termasuk peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, serta peningkatan kapasitas surveillance dan pengawasan perdagangan. Regulator juga menyebut langkah-langkah tersebut telah mendapat pengakuan dari MSCI dan FTSE Russell, bahkan beberapa kebijakan Indonesia mulai dijadikan variabel dalam penentuan konstituen indeks global.
Bagi investor di Indonesia, hasil review ini menjadi sinyal bahwa meskipun ada catatan mengenai transparansi informasi, fundamental pasar modal masih dinilai positif. OJK menegaskan akan terus memperkuat dialog dengan MSCI, FTSE Russell, dan investor global untuk memastikan reformasi dipahami secara komprehensif. "OJK memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan," kata Hasan.
Ke depan, regulator akan menjadikan hasil review ini sebagai referensi dalam menentukan prioritas program pengembangan pasar modal. Pertanyaan yang mengemuka: seberapa cepat perbaikan Information Flow dapat direalisasikan agar Indonesia tidak kembali mendapat catatan serupa di review tahun depan?



