Proyek M101 Skywheel yang Terbengkalai Kini Berubah Wajah: KL360, Menara 60 Lantai dengan Atraksi Kelas Dunia
Baca dalam 60 detik
- Proyek M101 Skywheel yang mangkrak di Kuala Lumpur dihidupkan kembali menjadi KL360, menara 60 lantai dengan apartemen, perkantoran, dan atraksi seperti sky glass slide pertama di Malaysia.
- GD Properties bertindak sebagai pengembang penyelamat, bekerja sama dengan Deloitte Malaysia, untuk menyelesaikan proyek yang sempat merugikan 337 pembeli dengan nilai penjualan lebih dari RM306 juta.
- Keberhasilan ini menjadi contoh pemulihan proyek properti terbengkalai di Malaysia, di mana KPKT telah merevitalisasi 1.576 proyek perumahan swasta sejak 2023.

Proyek M101 Skywheel yang lama terbengkalai di pusat kota Kuala Lumpur akhirnya menemukan titik terang. Proyek yang sempat menjadi simbol kegagalan itu kini dihidupkan kembali dengan wajah baru bernama KL360, sebuah menara setinggi 60 lantai yang akan menjadi ikon baru ibu kota Malaysia.
Terletak di samping Stasiun MRT Raja Uda, KL360 akan menampung 785 unit apartemen servis, 221 unit perkantoran, ruang ritel, dan 40 fasilitas gaya hidup. Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia, Nga Kor Ming, dalam seremoni peletakan batu pertama dan peluncuran grand, menegaskan bahwa proyek ini menandai pulihnya kepercayaan dan keyakinan setelah bertahun-tahun tertunda.
GD Properties, yang bertindak sebagai pengembang penyelamat (white knight), bekerja sama dengan receiver Deloitte Malaysia untuk menghidupkan kembali proyek yang sempat membuat 337 pembeli terkatung-katung dengan nilai penjualan lebih dari RM306 juta. Ketua Eksekutif Grup GD Properties, Datuk Wong Seng Tong, mengatakan bahwa perusahaannya melihat peluang untuk mengubah lokasi yang dulunya dianggap gagal menjadi landmark kota baru.
Proyek ini tidak hanya menawarkan hunian dan perkantoran, tetapi juga atraksi wisata yang diharapkan menjadi daya tarik baru. KL360 akan memiliki sky deck, sky glass slide pertama di Malaysia, dan kolam renang tebing (cliff pool). Dengan kontraktor utama CSCEC Malaysia, proyek ini ditargetkan menjadi salah satu destinasi urban terbaru di Kuala Lumpur.
Keberhasilan menghidupkan kembali proyek M101 Skywheel menjadi bagian dari upaya lebih besar pemerintah Malaysia dalam memulihkan proyek properti terbengkalai. Nga Kor Ming mengungkapkan bahwa Satuan Tugas KPKT (Kementerian Perumahan dan Pemerintah Daerah) telah merevitalisasi 1.576 proyek perumahan swasta di seluruh Malaysia sejak 2023, yang melibatkan 188.525 unit dengan nilai pengembangan bruto mencapai RM148,21 miliar. Angka ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menyelesaikan masalah proyek mangkrak yang merugikan konsumen.
Bagi Indonesia, fenomena proyek properti terbengkalai juga menjadi tantangan serius. Di Jakarta, misalnya, sejumlah proyek apartemen dan mal mangkrak akibat masalah perizinan, pendanaan, atau sengketa lahan. Keberhasilan model penyelamatan seperti yang dilakukan GD Properties di Malaysia bisa menjadi referensi bagi pengembang dan regulator di Indonesia. Kerja sama antara pengembang, receiver, dan kontraktor asing seperti CSCEC Malaysia menunjukkan bahwa solusi kolaboratif dapat menghidupkan kembali aset yang mati.
Dengan hadirnya KL360, kawasan Raja Uda yang selama ini identik dengan proyek gagal diharapkan berubah menjadi pusat aktivitas baru. Pertanyaannya, apakah model revitalisasi ini dapat direplikasi di Indonesia untuk menyelesaikan masalah proyek mangkrak yang jumlahnya tak sedikit? Waktu yang akan menjawab, namun langkah Malaysia patut dicermati.



