Aksi Mahasiswa Bubar, Arus Lalu Lintas Medan Merdeka Selatan Kembali Normal
Baca dalam 60 detik
- Demonstrasi mahasiswa di depan Gedung BSI Tower berakhir pukul 19.15 WIB, membuka kembali akses Jalan Medan Merdeka Selatan.
- Polisi membatasi akses ke Patung Kuda dengan barikade pagar besi, memaksa massa berorasi di titik tersebut.
- Penutupan jalan menyebabkan pengalihan rute dan kemacetan jam pulang kerja, namun situasi kini telah kondusif.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260013/original/037731600_1781530141-38505.jpg)
Jalan Medan Merdeka Selatan kembali dibuka untuk lalu lintas umum setelah aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung sejak Senin sore resmi dibubarkan. Kepolisian mencabut barikade dan mengizinkan kendaraan melintas kembali sekitar pukul 19.15 WIB, mengakhiri penutupan jalan yang sempat mengganggu mobilitas warga Jakarta.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa massa aksi perlahan meninggalkan area setelah berorasi selama beberapa jam. Barikade pagar besi yang dipasang aparat keamanan di depan Gedung Menara BSI Tower telah disingkirkan, sehingga kendaraan dari arah Tugu Tani menuju Patung Kuda maupun sebaliknya dapat melintas normal. Meski demikian, volume kendaraan yang tinggi pada jam pulang kerja masih menyebabkan kepadatan sesekali.
Aksi yang digelar oleh ratusan mahasiswa ini bermula dari konvoi dari Kampus UBK di Jalan Kimia, melewati Tugu Tani, dan berakhir di Jalan Medan Merdeka Selatan. Namun, pergerakan massa terhenti di depan Gedung BSI Tower karena aparat kepolisian telah memasang barikade kokoh yang menutup akses total menuju kawasan Patung Kuda. Akibatnya, mahasiswa terpaksa menggelar orasi di titik tersebut, menggunakan mobil komando sebagai panggung.
Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menyuarakan protes terhadap kinerja pemerintah dan mendesak aparat untuk membuka akses jalan. "Kami minta aparat membuka jalan bagi kami agar bisa tetap orasi di depan Patung Kuda menyampaikan aspirasi," teriak salah satu orator di tengah kerumunan. Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan, dan polisi tetap mempertahankan barikade demi keamanan.
Penutupan jalan yang diberlakukan sejak siang hari menyebabkan kemacetan di sekitar kawasan Monas dan Gambir. Sejumlah rute transportasi umum dialihkan, memicu keluhan dari pengendara yang terjebak kepadatan. Namun, setelah barikade dibuka, arus lalu lintas berangsur pulih meski masih tersendat akibat tingginya volume kendaraan.
Aksi mahasiswa ini menjadi pengingat akan dinamika politik dan sosial yang masih menghangat di Indonesia. Meski demonstrasi berlangsung tertib, ketegangan antara massa dan aparat sempat terlihat saat orator meminta pembukaan akses. Ke depan, perlu ada dialog lebih konstruktif antara mahasiswa dan pemerintah agar aspirasi tersalurkan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Pertanyaan yang tersisa adalah apakah aksi serupa akan kembali terjadi dalam waktu dekat, mengingat tuntutan mahasiswa belum sepenuhnya direspons. Pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap isu-isu yang disuarakan, agar demonstrasi tidak berulang dan mengganggu aktivitas warga Jakarta.



