Laos Resmi Bergabung ke Koridor Kereta Api Eurasia, Perkuat Konektivitas Regional
Baca dalam 60 detik
- Laos resmi menjadi anggota Koridor 2 Organisasi Kerja Sama Perkeretaapian (OSJD), menghubungkan Vietnam, China, Kazakhstan, Rusia, dan Estonia.
- Nota kesepahaman ditandatangani dalam Konferensi Menteri OSJD ke-53 di Dushanbe, Tajikistan, pada 11-12 Juni 2026.
- Langkah ini memperkuat posisi Laos sebagai hub transportasi darat di Asia Tenggara dan membuka peluang konektivitas baru bagi Indonesia melalui jalur kereta api trans-Asia.

Laos resmi menjadi bagian dari Koridor 2 Organisasi Kerja Sama Perkeretaapian (OSJD), sebuah jalur kereta api yang membentang dari Vietnam hingga Estonia, menandai babak baru dalam integrasi transportasi regional. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Laos sebagai simpul konektivitas darat di Asia Tenggara, tetapi juga membuka peluang bagi negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, untuk terhubung dengan jaringan kereta api Eurasia.
Nota kesepahaman yang mengonfirmasi keanggotaan Laos ditandatangani dalam Konferensi Menteri OSJD ke-53 yang berlangsung di Dushanbe, Tajikistan, pada 11-12 Juni 2026. Delegasi Laos dipimpin oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi, Ngampasong Muongmany. Dalam pertemuan tersebut, para anggota membahas pengembangan transportasi kereta api dan integrasi jaringan transportasi antarnegara anggota.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Laos menyatakan bahwa penandatanganan ini merupakan hasil utama dari partisipasi Laos dalam konferensi tersebut. Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam pengembangan sektor transportasi kereta api Laos dan menghubungkan jaringan rel negara itu dengan koridor transportasi regional dan internasional. Konferensi ini juga bertepatan dengan peringatan 70 tahun OSJD.
Bagi Indonesia, keanggotaan Laos dalam OSJD membawa implikasi strategis. Sebagai negara maritim, Indonesia mungkin tidak terhubung langsung melalui rel, namun jalur kereta api trans-Asia yang kini diperkuat Laos dapat menjadi alternatif rantai pasok barang dari China dan Eropa ke pelabuhan-pelabuhan utama di Asia Tenggara. Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat konektivitas logistik regional melalui proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung dan rencana pengembangan jalur kereta api di Kalimantan.
Menurut analis transportasi dari Universitas Indonesia, keikutsertaan Laos dalam OSJD menunjukkan komitmen negara-negara ASEAN untuk mengintegrasikan infrastruktur darat dengan jaringan Eurasia. โIni adalah langkah maju dalam mewujudkan konektivitas yang lebih mulus antara Asia Tenggara dan Asia Tengah, yang pada akhirnya dapat menekan biaya logistik dan waktu tempuh pengiriman barang,โ ujarnya.
Konferensi OSJD ke-53 dibagi dalam dua tahap: tahap persiapan pada 9-10 Juni untuk meninjau dokumen dan finalisasi draf resolusi, serta sidang paripurna pada 11-12 Juni yang mempertemukan negara anggota dan tamu internasional untuk membahas dan memilih resolusi. Agenda inti didasarkan pada resolusi yang diadopsi oleh sidang kedua organisasi dan hasil konsolidasi sidang reguler Maret 2026.
Ke depan, partisipasi Laos dalam Koridor 2 OSJD diharapkan tidak hanya meningkatkan perdagangan dan pariwisata, tetapi juga mendorong investasi infrastruktur perkeretaapian di kawasan. Pertanyaannya, akankah negara-negara ASEAN lain, termasuk Indonesia, segera mengambil langkah serupa untuk memperkuat posisi mereka dalam jaringan kereta api global?



