Simone Biles Bungkam soal Pengalaman 'Hampir Mati': Belum Siap Bercerita
Baca dalam 60 detik
- Simone Biles mengaku belum siap menjelaskan pernyataan 'hampir mati' yang ia lontarkan di Instagram Stories pada 6 Juni lalu.
- Atlet senam legendaris itu memposting foto lengannya yang dipenuhi gelang rumah sakit, menyebut kejadian itu sebagai pengalaman paling menakutkan dalam hidupnya.
- Biles, yang rutin menjalani terapi, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan sebagai atlet papan atas.

Simone Biles, atlet senam paling berprestasi sepanjang masa, memilih untuk tidak membuka detail mengenai pengalaman 'hampir mati' yang sempat ia ungkapkan di media sosial. Dalam sebuah interaksi dengan penggemar di Instagram pada Minggu (14/6), Biles menjawab singkat saat ditanya soal pernyataan kontroversialnya: "Belum siap untuk membicarakannya."
Pekan sebelumnya, Biles menghebohkan publik dengan mengunggah foto lengannya yang dipenuhi gelang rumah sakit di Instagram Stories. Ia menulis, "Hampir mati tidak ada dalam kartu bingo saya minggu ini. Ini adalah salah satu pengalaman paling menakutkan dalam hidup saya." Unggahan itu sontak memicu kekhawatiran di kalangan penggemar dan media.
Dalam unggahan berikutnya, Biles mengungkapkan bahwa suaminya, pemain NFL Jonathan Owens, sedang menjalani latihan pramusim bersama Indianapolis Colts saat kejadian berlangsung. Ia mengaku menghabiskan waktu istirahat di tempat tidur dan berterima kasih atas dukungan dari keluarga serta teman-teman dekat. "Saya akan menjelaskan cepat atau lambat," tulisnya, seraya menunjukkan foto karangan bunga dan layar monitor detak jantung istirahatnya.
Keputusan Biles untuk menutup rapat pengalaman tersebut bukanlah hal yang mengejutkan. Dalam wawancara dengan Harper's Bazaar Spanyol, ia pernah mengakui bahwa kesuksesan yang diraih sejak usia 16 tahun justru menjadi beban. "Tiba-tiba semua orang memperhatikan Anda, memberi tahu cara bertindak dan berbicara. Saya takut mengecewakan mereka," ujarnya. Terapi, menurut Biles, menjadi penyelamat. "Merawat pikiran saya menyelamatkan saya sebagai atlet dan sebagai pribadi."
Bagi publik Indonesia, sikap Biles ini bisa menjadi pengingat bahwa tekanan mental tidak mengenal status atau prestasi. Di tengah budaya yang kerap mengagungkan pencapaian tanpa batas, penting untuk menghargai privasi dan proses pemulihan seseorang. Biles, yang dikenal vokal soal isu kesehatan mental, menunjukkan bahwa batasan pribadi adalah hak setiap individu, termasuk figur publik.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah: akankah Biles suatu saat berbagi kisah lengkapnya? Atau justru ia akan terus menjaga pengalaman ini sebagai bagian dari perjalanan pribadi yang tak perlu diumbar? Yang jelas, sikapnya kali ini kembali menegaskan bahwa di balik medali dan sorotan kamera, ada manusia yang berhak atas ruang dan waktu untuk pulih.



