Anne Schedeen, Ibu Kate di Sitkom ALF, Meninggal Dunia di Usia 77 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Aktris Anne Schedeen, yang memerankan Kate Tanner dalam serial ALF, meninggal dunia pada usia 77 tahun.
- Keluarga meminta penggemar untuk 'mengangkat margarita' sebagai penghormatan, menggambarkannya sebagai sosok kreatif dan humoris.
- Kepergiannya meninggalkan warisan peran ikonik di era 80-an yang masih dikenang lintas generasi.

Anne Schedeen, aktris yang dikenal luas sebagai Kate Tanner, ibu rumah tangga dalam sitkom legendaris ALF, meninggal dunia pada usia 77 tahun. Kabar duka ini diumumkan oleh pihak keluarga melalui akun Facebook resminya, yang juga mengajak para penggemar untuk 'mengangkat segelas margarita' sebagai penghormatan terakhir.
Dalam pernyataan yang dirilis, keluarga menyebut Schedeen sebagai sosok yang penuh energi kreatif, humor tajam, dan kecintaan mendalam pada keluarga serta anjing-anjing kecil. Mereka juga menyoroti pandangan politiknya yang vokal, termasuk 'kebencian membara terhadap Trump', serta kegemarannya berburu barang bekas dan bercerita. 'Kami sangat kehilangan. Kami sangat mencintainya, begitu pula semua yang mengenalnya,' tulis keluarga.
Penyebab kematian belum diungkapkan. Schedeen meninggalkan suami tercinta, Christopher Barrett, yang telah mendampinginya selama 55 tahun, seorang putri, menantu, saudara kandung, serta dua anjing penyelamat kesayangannya. Keluarga meminta agar sumbangan disalurkan ke Habitat for Humanity, salah satu organisasi favorit almarhumah, sebagai pengganti karangan bunga.
Karier Schedeen dimulai dari panggung teater lokal sebelum ia merantau ke New York. Dalam wawancara dengan The Washington Post, ia menceritakan perjuangannya: menjual pakaian, menjadi model sepatu, hingga akhirnya mendapatkan agen besar dan kontrak dengan Universal. 'Saya pikir saya akan datang ke sini, les anggar, mengendarai Thunderbird kecil, dan duduk di tepi kolam renang. Ternyata saya malah menjadi anak perempuan di Marcus Welby, M.D.,' kenangnya.
Sebelum ALF, Schedeen tampil di sejumlah serial seperti Paper Dolls, Emergency!, dan Simon and Simon. Namun, peran sebagai Kate Tanner-lah yang mengukuhkan namanya di industri hiburan. ALF bercerita tentang alien yang mendarat di garasi keluarga suburban dan tinggal bersama mereka. Meski sukses besar, Schedeen kemudian mengakui bahwa proses syutingnya sangat berat. 'Jika Anda memiliki adegan dengan ALF, butuh waktu berabad-abad. Satu episode 30 menit bisa memakan waktu 20 hingga 25 jam untuk syuting. Beberapa aktor memiliki kepribadian sulit. Semuanya seperti keluarga besar yang tidak berfungsi,' ungkapnya kepada PEOPLE.
Di Indonesia, ALF pernah tayang di televisi nasional pada era 1990-an dan menjadi tontonan favorit banyak keluarga. Karakter alien yang lucu dan kocak, serta dinamika keluarga Tanners, meninggalkan kesan mendalam bagi penonton tanah air. Kepergian Schedeen turut mengingatkan pada masa keemasan sitkom asing yang menghibur tanpa perlu terjemahan berlebihan.
Warisan Schedeen tidak hanya terbatas pada layar kaca. Keluarga menekankan bahwa kenangan, karya seni, tawa, perhiasan buatan tangan, lukisan, patung, kostum, dan semangat hidupnya akan terus hidup. 'Seperti yang dia katakan, 'Aku selalu bersamamu.' Dan dia benar,' tulis keluarga. Pertanyaan yang kini menggantung: bagaimana penggemar di seluruh dunia akan mengenang sosok yang telah menghadirkan tawa lintas generasi ini?



