Hilangnya Gang of Dragon: Studio Nagoshi Bubar, Proyek Game Ambruk
Baca dalam 60 detik
- Toshihiro Nagoshi dan Daisuke Sato telah memperbarui profil media sosial mereka dengan status 'mantan' dari Nagoshi Studio, mengonfirmasi pembubaran studio.
- Proyek game Gang of Dragon yang diumumkan di The Game Awards 2025 kini dianggap batal setelah NetEase dilaporkan menarik pendanaan.
- Wawancara Nagoshi di majalah Famitsu edisi spesial tidak lagi mencantumkan afiliasi perusahaannya, memperkuat spekulasi bahwa studio telah tutup.

Kekhawatiran para penggemar game aksi petualangan semakin menjadi kenyataan: Toshihiro Nagoshi, kreator seri Yakuza, dan rekannya Daisuke Sato secara terbuka telah mengubah profil media sosial mereka menjadi 'mantan anggota Nagoshi Studio'. Langkah ini menjadi indikasi paling jelas bahwa studio yang didirikan pada 2022 itu telah resmi bubar, dan proyek ambisius mereka, Gang of Dragon, kemungkinan besar tidak akan pernah dirilis.
Kabar ini pertama kali mencuat setelah akun Wario64 di X (sebelumnya Twitter) menangkap perubahan profil Nagoshi dan Sato pada 17 Juni 2026. Sato bahkan menambahkan label "ex-Nagoshi Studio,Inc" di bio-nya. Meski belum ada pernyataan resmi dari NetEase, investor utama studio, atau dari Nagoshi sendiri, rangkaian kejadian ini memperkuat dugaan bahwa pendanaan telah ditarik dan operasional studio dihentikan.
Gang of Dragon diumumkan dengan gegap gempita di ajang The Game Awards Desember 2025. Namun, setelah pengumuman awal, proyek tersebut seolah lenyap tanpa jejak. Tidak ada cuplikan gameplay baru, wawancara pengembang, atau jadwal rilis yang jelas. Pada awal 2026, beredar laporan bahwa NetEase, raksasa teknologi China, memutuskan untuk menarik investasinya karena pergeseran strategi bisnis di tengah perlambatan ekonomi global. Keputusan ini memicu spekulasi bahwa Nagoshi Studio, yang sangat bergantung pada pendanaan eksternal, tidak mampu bertahan.
Indikasi terbaru datang dari wawancara eksklusif Nagoshi dengan majalah Famitsu yang merayakan edisi ke-40. Dalam daftar 52 kreator game terkemuka, Nagoshi hanya disebut sebagai "game creator" tanpa menyebut Nagoshi Studio. Sementara kreator lain dicantumkan dengan nama perusahaan mereka saat ini. Ketiadaan afiliasi ini menjadi bukti lain bahwa Nagoshi Studio sudah tidak beroperasi lagi.
Bagi industri game Indonesia, kejadian ini menjadi pelajaran berharga tentang risiko pendanaan eksternal dalam pengembangan game AAA. Banyak studio independen nasional yang juga bergantung pada investor asing, terutama dari China dan Korea. Kasus Nagoshi menunjukkan bahwa perubahan strategi investor dapat menghentikan proyek yang sudah berjalan, bahkan yang digarap oleh kreator legendaris sekalipun. Para pengembang lokal perlu mempertimbangkan diversifikasi sumber pendanaan dan membangun cadangan finansial untuk menghadapi ketidakpastian.
Meski belum ada pengumuman resmi mengenai pembubaran studio atau pembatalan Gang of Dragon, tanda-tanda yang ada semakin kuat. Nagoshi sendiri belum memberikan pernyataan publik sejak perubahan profil media sosialnya. Pertanyaan besarnya kini: apakah sang kreator akan memulai studio baru, kembali ke Sega, atau memilih pensiun dari industri? Sementara itu, para penggemar hanya bisa menunggu dan berharap bahwa proyek yang sempat menjanjikan ini tidak benar-benar hilang ditelan waktu.



