Amorim Hadapi Misi Berat: Sembilan Pemain Milan di Persimpangan Jalan
Baca dalam 60 detik
- Pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim, harus menyelesaikan masa depan sembilan pemain inti yang kontraknya tidak menentu, termasuk Rafael Leao dan Luka Modric.
- Kegagalan lolos ke Liga Champions musim depan memicu krisis manajemen, dengan empat petinggi klub dipecat dan arah klub belum jelas.
- Situasi ini berpotensi memicu perombakan besar skuad, dengan beberapa pemain kunci seperti Leao dan Rabiot dikabarkan ingin hengkang.

Ruben Amorim baru saja duduk di kursi pelatih AC Milan, namun pekerjaan rumah yang menanti sudah menumpuk. Pelatih asal Portugal itu harus segera menentukan masa depan sembilan pemain yang kontraknya masih menggantung, termasuk nama-nama besar seperti Rafael Leao, Luka Modric, dan Adrien Rabiot.
Musim lalu menjadi mimpi buruk bagi Rossoneri. Sempat bersaing di papan atas, Milan justru gagal lolos ke Liga Champions setelah performa ambruk di pekan-pekan akhir. Kegagalan itu memicu pemecatan empat petinggi klub sekaligus: pelatih Massimiliano Allegri, direktur olahraga Igli Tare, direktur teknis Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani. Kekosongan di jajaran direksi hingga kini belum terisi penuh.
Di tengah ketidakpastian itu, Amorim—yang sebelumnya menukangi Manchester United dan Sporting CP—dipercaya membangun kembali tim. Namun, sebelum memikirkan rekrutan baru, ia harus menyelesaikan teka-teki skuad yang ada. La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa sembilan pemain masuk daftar prioritas, dan beberapa di antaranya sudah menunjukkan tanda-tanda ingin pergi.
Masalah terbesar adalah Rafael Leao. Dalam beberapa wawancara di luar musim, pemain sayap Portugal itu mengaku siap mencari tantangan baru. Milan berharap bisa mendapatkan €50 juta jika menjualnya, namun mencari pembeli yang bersedia membayar angka tersebut bukan perkara mudah. Selain itu, gaya bermain Amorim yang gemar menggunakan formasi 3-4-2-1 dinilai tidak cocok dengan karakteristik Leao.
Luka Modric juga menjadi tanda tanya. Gelandang Kroasia berusia 40 tahun itu bergabung dengan Milan dengan kontrak satu tahun plus opsi perpanjangan. Banyak indikasi ia akan pensiun setelah Piala Dunia 2026. Sementara itu, Adrien Rabiot—yang dibawa Allegri dari Juventus—dikaitkan dengan Napoli, tempat Allegri kini menukangi tim. Rabiot dikabarkan ingin kembali bekerja sama dengan pelatih yang membesarkan namanya.
Christian Pulisic, bintang timnas Amerika Serikat, belum meneken kontrak baru meski masa baktinya masih hingga 2027 dengan opsi perpanjangan satu tahun. Pemilik klub asal AS, Gerry Cardinale, disebut sangat ingin mempertahankan "Kapten Amerika" tersebut. Namun, ketiadaan kepastian perpanjangan kontrak menjadi sinyal kurang menggembirakan.
Kiper utama Mike Maignan juga diliputi keraguan. Tanpa Liga Champions dan arah klub yang belum jelas, kiper Prancis itu dikabarkan tidak betah dan sering dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa. La Gazzetta dello Sport menyebut situasi ini tidak menarik bagi Maignan.
Belum lagi nasib para pemain yang kembali dari masa pinjaman: Samuel Chukwueze (Fulham), Ismael Bennacer (Dinamo Zagreb), Yunus Musah (Atalanta), dan Warren Bondo (Cremonese). Mereka tampaknya sulit mendapatkan tempat di tim utama.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk diikuti. AC Milan memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan perombakan skuad besar-besaran bisa mempengaruhi daya tarik klub di pasar Asia. Jika Leao dan Modric hengkang, Milan kehilangan dua bintang yang menjadi magnet penonton. Sebaliknya, jika Amorim berhasil membangun tim yang kompetitif, bukan tidak mungkin Milan kembali menjadi kekuatan di Serie A dan Eropa.
Pertanyaan besarnya: mampukah Amorim menyulap kekacauan ini menjadi fondasi yang kokoh, atau justru Milan akan terpuruk lebih dalam? Jawabannya akan mulai terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat bursa transfer musim panas bergulir.



