Josh Charnley Cetak Rekor Tercoba Super League, Leigh Leopards Hajar Bradford Bulls
Baca dalam 60 detik
- Josh Charnley memecahkan rekor sepanjang masa Super League dengan 272 try setelah mencetak hat-trick saat Leigh Leopards mengalahkan Bradford Bulls 40-12.
- Pemain sayap berusia 34 tahun itu kini unggul satu try dari Ryan Hall, dan musim ini telah mengoleksi 16 try, hanya kalah dari Maika Sivo.
- Kemenangan ini membawa Leigh ke posisi ketujuh, hanya terpaut dua poin dari St Helens yang berada di zona play-off, sementara Bradford tertahan di peringkat 10.

Josh Charnley resmi mencatatkan namanya dalam sejarah Super League sebagai pencetak try terbanyak sepanjang masa setelah mengemas hat-trick saat Leigh Leopards menundukkan tuan rumah Bradford Bulls dengan skor 40-12 di Odsal Stadium, Minggu (16/6). Pemain sayap berusia 34 tahun itu kini memiliki 272 try, unggul satu angka dari rekor sebelumnya yang dipegang Ryan Hall dari Leeds Rhinos.
Charnley, yang memulai debutnya di Super League bersama Wigan Warriors pada 2010, menunjukkan ketajamannya dengan tiga try yang dicetak pada babak pertama dan awal babak kedua. Try pertamanya tercipta setelah menerima umpan tendangan sempurna dari Adam Cook, menyamakan rekor Hall. Tak lama berselang, ia melewati dua pemain bertahan Bradford sebelum menceploskan bola untuk kedua kalinya. Hat-trick-nya disempurnakan setelah menerima operan Cook di sisi kanan, menuntaskan lari solo yang memukau.
Meski Charnley harus ditarik keluar 15 menit sebelum laga usai karena cedera, Leigh tetap mendominasi pertandingan. Innes Senior, Bailey Hodgson, dan Louis Brogan turut menyumbangkan try, sementara Cook sukses mengonversi tujuh tendangan. Kemenangan ini menjadi yang keenam bagi Leigh dalam tujuh laga terakhir, mendongkrak posisi mereka ke peringkat ketujuh klasemen sementara, hanya terpaut dua poin dari St Helens yang menghuni zona play-off.
Bradford Bulls hanya mampu membalas melalui try Chris Atkin dan Caleb Aekins. Pelatih kepala Bradford, Kurt Heggarty, mengakui keunggulan lawan. "Leigh sangat baik. Mereka mengajarkan kami pelajaran berharga dalam penyelesaian akhir dan penguasaan bola di area yang tepat. Kami membuat enam line break tetapi menjatuhkan bola empat kali. Itu menunjukkan kami bisa menciptakan peluang, tetapi gagal mengeksekusinya," ujarnya kepada BBC Radio Leeds. Heggarty juga menyoroti perbedaan persentase penyelesaian: Leigh mencapai 92 persen, sementara Bradford hanya 62 persen.
Di sisi lain, pelatih Leigh, Adrian Lam, memuji pendekatan timnya yang disiplin. "Pertandingan yang sangat sulit, metodis, dan sedikit membosankan, tetapi itulah cara kami harus bermain di sini. Rencana permainan sederhana dan kami berhasil mencetak sekitar 40 poin. Saya sangat senang dengan para pemain," kata Lam kepada BBC Radio Manchester.
Pertandingan ini juga menjadi pemanasan menjelang laga bersejarah antara kedua tim yang akan digelar di Allegiant Stadium, Las Vegas, pada 27 Februari tahun depan. Ini akan menjadi pertama kalinya pertandingan Super League antara dua klub dari sisi Pennines yang berbeda digelar di Amerika Serikat. Bagi Charnley, rekor ini menjadi pencapaian puncak dalam karier yang telah membawanya bermain untuk Wigan Warriors, Warrington Wolves, dan kini Leigh Leopards. Cedera yang dialaminya menjadi satu-satunya noda, namun tim berharap pemain sayap yang masih tajam itu dapat terus menambah pundi-pundi try-nya.
Dengan rekor baru ini, Charnley tidak hanya mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain sayap terbaik dalam sejarah Super League, tetapi juga memberikan dorongan besar bagi Leigh dalam perburuan tempat play-off. Akankah ia mampu mempertahankan performa dan membawa Leopards melaju ke babak gugur? Musim masih panjang, dan Charnley tampaknya belum puas berhenti di sini.



