Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Debut Tim Terkecil dalam Sejarah
Baca dalam 60 detik
- Jerman memulai perjalanan Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Curacao, negara peserta terkecil sepanjang sejarah turnamen.
- Manuel Neuer kembali dipercaya sebagai kiper utama Jerman, sementara skuad tanpa pemain Serie A menjadi sorotan.
- Pertandingan ini menjadi ujian pertama bagi Curacao yang lolos secara mengejutkan, sekaligus momentum bagi Jerman untuk membuktikan diri.

Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan laga pembuka Grup E yang mempertemukan Jerman melawan Curacao, negara kepulauan Karibia yang menjadi peserta terkecil dalam sejarah turnamen. Pertandingan yang berlangsung di stadion netral ini menyajikan kontras besar antara raksasa sepak bola Eropa dan tim debutan yang lolos secara dramatis melalui jalur kualifikasi Concacaf.
Julian Nagelsmann, pelatih kepala Jerman, menurunkan skuad terbaiknya dengan mengandalkan kiper legendaris Manuel Neuer yang kembali pulih cedera. Neuer, yang telah membawa Jerman juara dunia 2014, menjadi pilar di bawah mistar dalam formasi 4-2-3-1. Di lini depan, Kai Havertz dipercaya sebagai ujung tombak, didukung trio kreatif Leroy Sane, Jamal Musiala, dan Florian Wirtz. Sementara itu, Curacao yang dilatih oleh pelatih lokal tampil dengan formasi 4-4-2 yang mengandalkan kecepatan sayap dan duet penyerang Leandro Bacuna dan Jurgen Locadia.
Ketidakhadiran pemain Serie A di kedua skuad menjadi catatan tersendiri. Bek Inter Milan, Yann Bisseck, yang sempat dianggap sebagai kandidat kuat, justru tidak masuk dalam 26 pemain Jerman meski baru saja meraih gelar Serie A dan Coppa Italia. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya di kalangan pengamat, terutama karena Bisseck tampil konsisten di level klub. Di sisi lain, Curacao tidak memiliki pemain yang merumput di liga top Eropa, mayoritas berasal dari kompetisi Belanda dan Amerika Serikat.
Bagi Curacao, partisipasi ini adalah buah dari kerja keras federasi sepak bola setempat yang gencar melakukan naturalisasi pemain keturunan. Meski di atas kertas kalah kelas, Curacao memiliki motivasi besar untuk menulis sejarah. Pelatih mereka menekankan bahwa tim tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap, melainkan untuk memberikan perlawanan. Sementara itu, Jerman yang gagal di dua edisi terakhir (tersingkir di fase grup 2018 dan 2022) bertekad mengembalikan kejayaan. Nagelsmann sendiri telah menyusun strategi jangka panjang dengan memadukan pemain muda seperti Musiala dan Wirtz dengan senior seperti Neuer dan Kimmich.
Laga ini juga menarik perhatian publik Indonesia, mengingat banyaknya diaspora Indonesia di Belanda yang memiliki ikatan historis dengan Curacao. Beberapa pengamat sepak bola Tanah Air menilai bahwa keberhasilan Curacao lolos ke Piala Dunia bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara kecil di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk bermimpi lebih besar. Namun, tantangan infrastruktur dan pembinaan usia dini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Pertandingan antara Jerman dan Curacao dijadwalkan berlangsung malam ini. Jika Jerman mampu meraih kemenangan telak, mereka akan memuncaki klasemen Grup E sementara. Namun, jika Curacao mampu mencuri poin, kejutan pertama Piala Dunia 2026 akan tercipta. Akankah tim terkecil dalam sejarah mampu membuat raksasa Jerman terguncang?



