Milan Sodorkan Kontrak Dua Tahun untuk Ruben Amorim, Eks Pelatih Manchester United Jadi Kandidat Utama
Baca dalam 60 detik
- AC Milan dikabarkan menawarkan kontrak dua tahun senilai 3,5 juta euro per musim kepada Ruben Amorim, yang baru dipecat Manchester United pada Januari 2026.
- Amorim unggul dari kandidat lain seperti Oliver Glasner dan Mauricio Pochettino setelah negosiasi memasuki tahap lanjut, menurut media Italia dan Portugal.
- Kesepakatan ini bisa menjadi ujian bagi ambisi Milan kembali ke papan atas Serie A, sementara Amorim ingin membangun reputasi setelah kegagalan di Old Trafford.

AC Milan bergerak cepat mengamankan jasa Ruben Amorim sebagai pelatih anyar untuk musim 2026-2027. Pelatih asal Portugal yang baru dipecat Manchester United pada awal Januari lalu itu disebut menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Massimiliano Allegri di San Siro.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, The Athletic, dan A Bola, negosiasi antara Milan dan Amorim telah memasuki tahap lanjut. Rossoneri dikabarkan menawarkan kontrak berdurasi dua tahun dengan nilai sekitar 3,5 juta euro per musim, plus opsi perpanjangan untuk satu musim tambahan. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi awal yang berkisar 3–4 juta euro per tahun.
Amorim, 41 tahun, meninggalkan Manchester United setelah hanya 14 bulan menjabat. Ia diangkat pada November 2024, namun gagal membawa Setan Merah bersaing di papan atas Premier League. Pemecatan pada 5 Januari 2026 menandai akhir masa jabatan yang penuh tekanan di Old Trafford.
Sebelum Amorim, Milan sempat melakukan pendekatan terhadap Oliver Glasner (eks Crystal Palace) dan Mauricio Pochettino (pelatih timnas AS). Namun, profil Amorim yang lebih muda dan rekam jejaknya di Sporting Lisbon—di mana ia sukses merebut gelar liga—dinilai lebih cocok dengan proyek jangka panjang klub.
Bagi Milan, langkah ini menjadi krusial setelah musim yang tidak konsisten di bawah Allegri. Meski sempat finis di zona Liga Champions, performa tim dianggap kurang meyakinkan. Amorim diharapkan membawa filosofi permainan menekan dan pengembangan pemain muda yang menjadi ciri khasnya di Portugal.
Dari sisi Amorim, proyek Milan menawarkan kesempatan rehabilitasi karier. Gagal di Manchester United bukanlah akhir, melainkan pelajaran berharga. Serie A, dengan tempo lebih lambat namun taktis, bisa menjadi panggung ideal untuk menunjukkan kemampuannya kembali.
Namun, tantangan menanti. Tekanan di Milanello tidak kalah besar dengan Old Trafford. Basis penggemar yang haus gelar scudetto—terakhir diraih pada 2022—menuntut hasil instan. Amorim harus segera beradaptasi dengan kultur sepak bola Italia yang mengutamakan taktik dan disiplin.
Jika kesepakatan ini terealisasi, Milan akan menjadi klub ketiga Amorim di Eropa setelah Braga dan Manchester United. Pertanyaannya, apakah ia mampu membawa Rossoneri kembali ke puncak Serie A, atau justru mengulang kegagalan seperti di Inggris? Hanya waktu yang akan menjawab.



