Timnas Indonesia Targetkan Kemenangan Kedua: Maarten Paes Siap Debut, Calvin Verdonk Masuk Starter
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia akan menghadapi Mozambik di SUGBK pada 9 Juni 2026, setelah sebelumnya menekuk Oman 3-0.
- Pelatih John Herdman diperkirakan merotasi kiper dengan menurunkan Maarten Paes menggantikan Emil Audero yang tampil gemilang.
- Kemenangan atas Mozambik berpotensi mendongkrak peringkat Indonesia dari 118 ke 115-116 dunia.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4941410/original/042676400_1725975688-20240910BL_Indonesia_vs_Australia-14.JPG)
Timnas Indonesia mengincar kemenangan beruntun saat menjamu Mozambik dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026) pukul 20.00 WIB. Setelah sukses membantai Oman 3-0 pada pertemuan sebelumnya, Skuad Garuda kini dihadapkan pada lawan yang secara peringkat lebih rendah, namun tetap menyimpan potensi kejutan.
Kemenangan telak atas Oman—yang berada di peringkat 79 dunia—membawa Indonesia naik empat tingkat ke posisi 118. Mozambik, yang menghuni peringkat 101, menjadi ujian selanjutnya bagi pasukan John Herdman. Meski unggul secara peringkat, pengamat sepak bola Ronny Pangemanan mengingatkan agar tim tidak terlena. "Jangan jemawa, jangan terlena dengan hasil kemarin. Level permainan harus naik terus," ujarnya melalui kanal YouTube Bung Ropan.
Herdman diprediksi akan melakukan rotasi di sektor penjaga gawang. Maarten Paes, yang belum pernah tampil bersama timnas senior, disebut-sebut akan menggantikan Emil Audero. Padahal, Audero tampil impresif saat melawan Oman, termasuk menepis penalti. "Kalaupun ada rotasi, saya pikir di sektor penjaga gawang. Lawan Mozambik nanti bisa saja Maarten Paes yang diturunkan," kata Ropan. Selain itu, Calvin Verdonk yang sebelumnya menjadi pemain pengganti diperkirakan akan masuk sebagai starter.
Meski tanpa dua pilar, Jay Idzes dan Thom Haye, Indonesia tetap percaya diri dengan formasi 3-4-3 yang cair. Ropan menilai agresivitas dan penguasaan bola menjadi kunci saat melawan Oman. "Kita kuat dalam merebut bola serta cepat mengoper ke depan. Itu yang membuat Oman tidak berdaya," tuturnya. Herdman juga terus memberikan instruksi intens dari pinggir lapangan, menjaga konsentrasi pemain agar tidak lengah.
Dukungan penuh dari ribuan suporter di SUGBK diyakini menjadi motivasi tambahan. Namun, Ropan mengingatkan bahwa Mozambik bisa saja mengejutkan, meski secara peringkat lebih rendah. "Mereka punya gaya permainan yang berbeda. Herdman terus mengingatkan untuk tetap fokus," lanjutnya. Pertandingan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus memperbaiki posisi di ranking FIFA dan membangun kepercayaan diri menjelang agenda internasional berikutnya.
Jika berhasil mengalahkan Mozambik, Indonesia berpeluang naik ke peringkat 115 atau 116. Namun, target jangka pendek ini tidak boleh membuat tim lengah. Pertanyaan besarnya: mampukah Skuad Garuda mempertahankan performa impresif dan meraih kemenangan kedua beruntun di hadapan publik sendiri?



