Kebocoran Pipa Gas di Bekasi Teratasi, Pertamina Fokus pada Mitigasi Risiko
Baca dalam 60 detik
- Kebocoran pipa gas di Babelan, Bekasi, berhasil ditangani dalam waktu kurang dari dua jam tanpa korban jiwa.
- Insiden dipicu oleh aktivitas pemasangan pipa BBM Cikampek-Plumpang yang mengganggu infrastruktur gas milik Pertamina.
- Pertamina memastikan penghentian aliran gas dan pengamanan area untuk mencegah risiko lanjutan, dengan prioritas keselamatan warga.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8011154/original/013585800_1780850911-IMG-20260607-027.jpg)
Kebocoran pipa gas di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, yang sempat memicu kepanikan warga pada Minggu sore, berhasil diatasi dalam waktu kurang dari dua jam setelah tim tanggap darurat Pertamina bergerak cepat. Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyoroti kerentanan infrastruktur energi di wilayah padat penduduk.
Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Gas (Pertagas), Imam Rismanto, mengonfirmasi bahwa kebocoran terjadi pada pukul 16.50 WIB dan berhasil ditangani pada pukul 18.15 WIB. โTim gabungan segera melakukan pengamanan area dan menghentikan aliran gas untuk mengisolasi titik bocor,โ ujarnya. Dugaan sementara, kebocoran dipicu oleh aktivitas pemasangan pipa BBM Cikampek-Plumpang yang berdekatan dengan jaringan gas milik Pertamina EP.
Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah warga merekam semburan gas setinggi lebih dari satu meter di Kampung Bunibaru, Desa Buni Bakti. Video tersebut memperlihatkan kepanikan warga yang khawatir akan risiko kebakaran. Namun, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi menyatakan belum ada indikasi api atau kebutuhan evakuasi darurat. โLaporan diterima pukul 17.00 WIB, tetapi kejadian diduga sudah berlangsung sejak pukul 14.30,โ kata petugas Damkar.
Langkah mitigasi yang dilakukan Pertamina meliputi penghentian aliran gas, isolasi titik kebocoran, dan pemantauan intensif di lokasi. Tim gabungan dari Pertagas, Pertamina EP, dan Damkar setempat bekerja sama untuk memastikan kondisi tetap terkendali. Imam menekankan, โPrioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang bertugas.โ
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya koordinasi antarproyek infrastruktur energi. Pemasangan pipa BBM yang bersinggungan dengan jaringan gas berpotensi memicu gangguan serupa jika tidak diawasi ketat. Pertamina diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan dan prosedur kerja sama dengan kontraktor untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Ke depan, Pertamina perlu memastikan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kebocoran dan mengevaluasi sistem tanggap darurat. Apakah prosedur pengamanan area sudah cukup ketat? Pertanyaan ini relevan mengingat lokasi kejadian berada di kawasan permukiman yang padat.


