Ninja Theory Umumkan Sekuel Hellblade: 'Senua' Rilis 2027 di PS5, Xbox, dan PC
Baca dalam 60 detik
- Ninja Theory mengonfirmasi sekuel Hellblade berjudul 'Senua' dalam Xbox Games Showcase 2026.
- Game ini dijadwalkan rilis tahun 2027 untuk PS5, Xbox Series X|S, dan PC, melanjutkan kisah perjuangan psikologis Senua.
- Pengumuman ini menandai komitmen Microsoft terhadap waralaba eksklusif yang sebelumnya hanya tersedia di Xbox dan PC.

Ninja Theory, studio di balik game legendaris Hellblade: Senua's Sacrifice, secara mengejutkan mengumumkan sekuel terbaru waralaba tersebut dalam ajang Xbox Games Showcase 2026. Bertajuk 'Senua', game ini dijadwalkan meluncur pada 2027 dan akan tersedia di PlayStation 5, Xbox Series X|S, serta PC.
Keputusan untuk merilis 'Senua' di platform PlayStation menandai perubahan strategi signifikan. Sebelumnya, Hellblade: Senua's Sacrifice dirilis eksklusif untuk Xbox dan PC setelah Microsoft mengakuisisi Ninja Theory pada 2018. Langkah ini mengindikasikan bahwa Microsoft mulai membuka pintu bagi judul-judul first-party mereka ke konsol pesaing, sebuah tren yang juga terlihat pada game seperti Pentiment dan Grounded.
Bagi para penggemar, 'Senua' menjanjikan kelanjutan perjalanan emosional sang protagonis yang berjuang melawan trauma dan psikosis. Ninja Theory dikenal karena pendekatan naratif yang mendalam dan representasi akurat gangguan mental, yang mendapat pujian luas dari kritikus dan komunitas kesehatan mental. Dalam game pertama, pemain diajak menyelami realitas Senua melalui audio binaural dan visual surealis, menciptakan pengalaman imersif yang unik.
Dari sudut pandang industri, pengumuman ini juga menjadi sinyal positif bagi gamer Indonesia. Dengan hadirnya 'Senua' di PS5, pemain Tanah Air yang mayoritas menggunakan konsol Sony kini dapat menikmati judul yang sebelumnya terbatas. Hal ini berpotensi memperluas basis penggemar waralaba Hellblade di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memiliki komunitas PlayStation yang besar. Namun, perlu dicatat bahwa game ini mungkin tidak akan memiliki teks atau sulih suara bahasa Indonesia, mengingat Ninja Theory belum pernah melokalisasi game mereka ke bahasa lokal.
Meski detail gameplay masih minim, trailer yang ditampilkan dalam showcase memperlihatkan visual memukau dengan tema kegelapan dan mitologi Nordik yang kental. Ninja Theory tampaknya mempertahankan gaya sinematik yang menjadi ciri khas mereka, dengan adegan aksi yang intens dan eksplorasi psikologis. Analis industri memperkirakan bahwa 'Senua' akan memanfaatkan kekuatan hardware generasi terbaru untuk menghadirkan dunia yang lebih detail dan responsif.
Pertanyaan besar kini mengemuka: akankah 'Senua' menjadi penutup kisah Senua, atau justru membuka jalan bagi trilogi? Dengan jadwal rilis yang masih dua tahun lagi, para penggemar harus bersabar. Namun, satu hal yang pastiโperjalanan Senua belum usai, dan dunia game akan kembali diingatkan bahwa kesehatan mental adalah tema yang layak diangkat dalam medium interaktif.



