Putin Tolak Bertemu Zelenskyy: 'Tidak Ada Gunanya' Sebelum Kesepakatan Damai Tercapai
Baca dalam 60 detik
- Presiden Rusia Vladimir Putin menolak ajakan bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dengan alasan belum ada kesepakatan damai yang matang.
- Penolakan ini memicu respons keras dari Kyiv yang menilai Moskow justru memilih perang dan menunjukkan kelemahan diplomatik.
- Zelenskyy dijadwalkan bertemu para pemimpin Eropa di London untuk mencari dukungan baru, sementara Rusia terus menekankan target militernya.
Presiden Rusia Vladimir Putin secara tegas menolak ajakan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam waktu dekat, dengan alasan pertemuan tersebut tidak akan membuahkan hasil tanpa adanya kesepakatan awal yang jelas. Pernyataan itu disampaikan Putin di hadapan para peserta Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF), Jumat (5/6), sehari setelah Zelenskyy mengirimkan surat terbuka yang menyerukan pertemuan langsung antara kedua pemimpin untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
“Saya tidak melihat ada gunanya bertemu. Pertemuan hanya akan berarti jika pihak Ukraina menghentikan serangan pasukan kami. Itu saja. Kami butuh kesepakatan,” ujar Putin dalam forum yang dikenal sebagai ‘Davos-nya Rusia’ itu. Ia menambahkan bahwa para ahli harus terlebih dahulu merumuskan solusi sebelum pertemuan puncak digelar. Sikap ini segera ditanggapi oleh Zelenskyy sebagai bentuk keengganan Rusia untuk berdamai. “Sayangnya, pihak Rusia kembali memilih perang. Semua orang mendengar jawaban hari ini. Jawaban yang lemah. Ia sama sekali tidak ingin mengakhiri perang,” kata Zelenskyy dalam pernyataan resmi.
Penolakan Putin terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan menghancurkan sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina. Sejak invasi skala penuh diluncurkan pada Februari 2022, Moskow terus menuntut pengakuan atas kedaulatan wilayah Donbas serta pembatasan politik dan militer yang ketat terhadap Ukraina—syarat yang oleh Kyiv dan sekutunya dianggap sebagai bentuk kapitulasi. Upaya mediasi yang dipimpin Amerika Serikat pun belum membuahkan hasil signifikan.
Di tengah kebuntuan diplomatik, Zelenskyy dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz di London pada akhir pekan ini. Pertemuan itu diharapkan dapat memberikan momentum baru bagi upaya perdamaian. Sebelumnya, usulan pertemuan langsung antara Zelenskyy dan Putin mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin Barat, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Macron.
Putin juga membantah anggapan bahwa ekonomi Rusia sedang terpuruk akibat biaya perang yang membengkak. Dalam forum yang sama, ia menyebut kritik terhadap kondisi ekonomi Rusia berlebihan. “Kami, tentu saja, mendengar kritik dari semua pihak bahwa semuanya runtuh. Tapi kami justru berada pada level yang sama dengan negara-negara zona euro dalam beberapa tahun terakhir,” klaim Putin. Namun, data menunjukkan bahwa inflasi, kenaikan pajak, dan biaya pinjaman tertinggi dalam dua dekade telah memberatkan warga Rusia. Kyiv sendiri terus meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi vital Rusia, seperti depot minyak dan kilang, yang menjadi sumber pendapatan utama Moskow.
Forum SPIEF tahun ini juga diwarnai oleh serangan drone Ukraina yang berani di Saint Petersburg hanya dua hari sebelumnya. Suasana forum yang dulunya dipenuhi investor Barat kini berubah drastis: robot humanoid buatan Rusia berjalan di lorong, stan yang mempromosikan investasi di wilayah aneksasi Ukraina mencolok, dan para pendukung Kremlin seperti aktor Steven Seagal serta teori konspirasi Candace Owens turut hadir. Dengan penolakan Putin terhadap pertemuan langsung, jalan menuju perdamaian masih terjal. Akankah tekanan diplomatik dari Eropa mampu mengubah sikap Moskow, atau justru memperkuat posisi Putin untuk terus melanjutkan ofensif militernya?


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8133417/original/067694300_1780985382-Solusi.jpg)