Ekspansi Agresif dan Transformasi Bisnis: AZKO Dinilai Layak Koleksi di Tengah Optimisme Konsumen
Baca dalam 60 detik
- Kinerja keuangan ACES pada kuartal I-2026 menunjukkan pertumbuhan penjualan 10,1% dan laba 18,3%, didorong momentum Ramadan dan ekspansi gerai.
- Dua analis merekomendasikan akumulasi saham ACES dengan target harga Rp400-425, menilai valuasi menarik dan strategi multi-format serta optimalisasi rantai pasok solid.
- Target penambahan 65-80 toko baru pada 2026 serta peluncuran garansi tukar baru diyakini memperkuat posisi AZKO sebagai pemain ritel perlengkapan rumah tangga.

Keyakinan konsumen Indonesia yang masih bertahan di zona optimistis pada April 2026 menjadi angin segar bagi emiten ritel, khususnya PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) selaku induk merek AZKO dan NEKA. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dirilis Bank Indonesia mencatat angka 123,0, naik tipis dari bulan sebelumnya, menandakan daya beli masyarakat mulai menggeliat. Di tengah situasi ini, langkah ekspansi dan transformasi bisnis ACES dinilai tepat oleh para analis, menjadikan sahamnya layak dikoleksi.
Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani, menilai prospek industri ritel tahun ini lebih cerah dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, program pemerintah yang mendorong konsumsi rumah tangga turut mendongkrak daya beli, dan ACES berada dalam posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut. Arjun memasang target harga saham ACES di kisaran Rp400-425, dengan alasan valuasi yang masih menarik dan pola grafik double-bottom yang mengindikasikan potensi pembalikan arah yang kuat.
Senada, Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai strategi ACES solid di tengah tantangan ekonomi makro. Ia menyoroti strategi ekspansi multi-format secara agresif, penyusunan harga selektif, serta optimalisasi rantai pasok dan stock keeping unit sebagai langkah yang tepat. Nafan juga menegaskan bahwa rencana penambahan gerai AZKO dan NEKA akan berkontribusi positif terhadap profitabilitas perusahaan.
Kinerja positif pada kuartal pertama tahun ini tidak lepas dari momentum Ramadan dan Idulfitri yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur ACES, Gregory S. Widjaja, mengungkapkan bahwa perbaikan minat dan aksi belanja pelanggan menjadi indikator penting dalam menjaga pertumbuhan. Pihaknya akan melanjutkan pengembangan jaringan toko secara terukur, disertai peningkatan produktivitas toko dan efisiensi operasional. Fokus perusahaan adalah memastikan setiap inisiatif memberikan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan kinerja perseroan.
Ekspansi fisik menjadi salah satu pilar utama strategi ACES. Sepanjang kuartal I-2026, perseroan menambah empat toko baru, terdiri dari dua AZKO dan dua NEKA. Hingga akhir Maret, total jaringan mencapai 267 toko AZKO dan 12 toko NEKA yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Untuk tahun 2026, ACES menargetkan penambahan 65 hingga 80 toko baru, dengan komposisi 25-30 toko AZKO dan 40-50 toko NEKA. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan ke kota-kota potensial, sekaligus merealisasikan slogan "Your Home Life Improvement Partner" yang digaungkan sejak 2025.
Inovasi layanan juga menjadi perhatian. Terbaru, AZKO meluncurkan Layanan Garansi Tukar Baru, yang menjamin produk bebas cacat produksi. Selain itu, after-sales service disediakan untuk memastikan kepuasan pelanggan jika produk mengalami masalah. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan loyalitas konsumen di tengah persaingan ritel yang semakin ketat.
Bagi investor ritel di Indonesia, saham ACES menawarkan prospek menarik dengan valuasi yang masih rendah dan potensi pertumbuhan dari ekspansi agresif. Namun, risiko tetap ada, terutama jika daya beli konsumen tidak membaik sesuai harapan atau jika tekanan makroekonomi kembali meningkat. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah ACES mampu mempertahankan momentum pertumbuhan laba dua digit hingga akhir tahun, dan apakah ekspansi 65-80 toko baru dapat direalisasikan tanpa mengorbankan efisiensi?



