State of Play 2025: Ikumi Nakamura Kembali dengan 'Kemuri', Aksi Berburu Yokai di Ambang Alam Baka
Baca dalam 60 detik
- Game 'Kemuri: Hunt the Unseen' resmi diumumkan dalam acara State of Play terbaru, garapan kreator Ghostwire: Tokyo.
- Berlatar Kota Kemuri, pemain berperan sebagai pemburu yokai yang bisa membuat perjanjian dengan makhluk halus untuk mengubah penampilan dan gaya bertarung.
- Rilis dijadwalkan pada 2027 untuk PS5 dan PC, menandai proyek ambisius pertama Nakamura setelah hengkang dari Tango Gameworks.

Ikumi Nakamura, kreator di balik kesuksesan Ghostwire: Tokyo, kembali mencuri perhatian industri gim lewat pengumuman properti intelektual barunya, Kemuri: Hunt the Unseen, dalam gelaran State of Play terbaru. Gim aksi ini mengusung tema perburuan yokai di kota misterius bernama Kemuri City, yang konon berada di ambang alam baka.
Dalam Kemuri: Hunt the Unseen, pemain akan menjelma menjadi seorang pemburu yokai yang memiliki kemampuan melihat makhluk gaib yang tak kasat mata oleh manusia biasa. Alih-alih sekadar membasmi, sang protagonis justru harus menjalin perjanjian dengan yokai dan menyerap kekuatan mereka. Setiap perjanjian akan memengaruhi penampilan, gerakan, serta gaya bertarung karakter secara dinamis, memberikan pengalaman bermain yang personal dan terus berubah.
Nakamura, yang namanya melambung saat memimpin pengembangan Ghostwire: Tokyo di Tango Gameworks, kini memimpin studio independen barunya. Kepergiannya dari Tango pada 2022 sempat menjadi perbincangan hangat, dan Kemuri menjadi proyek pertamanya yang diumumkan secara resmi sejak saat itu. Banyak pengamat industri menantikan apakah Nakamura mampu mengulang atau bahkan melampaui kesuksesan Ghostwire dengan pendekatan yang lebih personal dan eksperimental.
Bagi penggemar gim di Indonesia, Kemuri menawarkan daya tarik tersendiri. Mitologi yokai Jepang yang kental mengingatkan pada kekayaan cerita rakyat Nusantara, seperti genderuwo atau tuyul, yang kerap diangkat dalam gim lokal. Meski belum ada kepastian mengenai dukungan bahasa Indonesia, popularitas Ghostwire: Tokyo di platform Steam menunjukkan bahwa pasar Indonesia cukup antusias terhadap gim bertema supernatural Jepang. Kehadiran Kemuri bisa menjadi angin segar bagi komunitas gim horor-aksi di Tanah Air.
Dengan jadwal rilis yang masih tiga tahun lagi, Nakamura dan timnya memiliki waktu yang panjang untuk memoles visi mereka. Pertanyaan besarnya adalah: mampukah Kemuri: Hunt the Unseen menghadirkan inovasi yang cukup untuk membedakannya dari deretan gim aksi supernatural lainnya, atau justru akan tenggelam di tengah persaingan yang semakin ketat?



