Firesprite Konfirmasi Pengembangan Until Dawn 2, Rilis Eksklusif PS5 Tahun Depan
Baca dalam 60 detik
- Studio Firesprite secara resmi mengumumkan sedang menggarap sekuel Until Dawn yang akan dirilis eksklusif untuk PlayStation 5 pada tahun depan.
- Cuplikan trailer perdana mengindikasikan bahwa game ini tetap mempertahankan elemen horor interaktif dan pilihan pemain yang menjadi ciri khas seri pertamanya.
- Kepastian ini menjadi angin segar bagi penggemar horor di Indonesia yang menantikan game dengan alur bercabang dan atmosfer mencekam di platform Sony.

Firesprite, studio pengembang di bawah naungan Sony Interactive Entertainment, akhirnya mengonfirmasi bahwa mereka tengah mengerjakan sekuel dari game horor interaktif Until Dawn. Judul yang belum diumumkan secara resmi ini dijadwalkan rilis pada tahun depan dan hanya akan tersedia di konsol PlayStation 5.
Kabar ini pertama kali mencuat melalui unggahan di portal berita game yang menampilkan cuplikan trailer singkat. Dalam video tersebut, terlihat bahwa Until Dawn 2 tetap mengusung mekanisme inti yang membuat seri pertamanya sukses: narasi bercabang yang dipengaruhi keputusan pemain, eksplorasi lingkungan gelap, serta elemen jump scare yang dirancang untuk membuat jantung berdebar. Meski detail cerita masih dirahasiakan, penggemar bisa berharap pada atmosfer horor psikologis yang kental.
Keputusan Firesprite untuk menggarap sekuel ini menandai langkah strategis Sony dalam memperkuat jajaran game eksklusif PS5. Until Dawn yang dirilis pertama kali pada 2015 untuk PlayStation 4 berhasil menjadi sleeper hit berkat pendekatan sinematik dan elemen pilihan yang berdampak langsung pada akhir cerita. Kesuksesan tersebut mendorong Sony untuk mempercayakan waralaba ini kepada Firesprite, studio yang sebelumnya dikenal lewat game The Playroom dan VR title.
Bagi gamer di Indonesia, berita ini menjadi angin segah di tengah dominasi game bergenre battle royale dan open-world. Until Dawn menawarkan pengalaman horor yang lebih personal dan naratif, cocok bagi mereka yang menyukai film interaktif seperti Heavy Rain atau Detroit: Become Human. Dengan basis pengguna PS5 yang terus bertambah di Tanah Air—terutama setelah ketersediaan konsol membaik—sekuel ini berpotensi menjadi salah satu game horor paling dinanti.
Namun, tantangan tetap ada. Firesprite harus mampu menyajikan inovasi yang cukup agar tidak sekadar menjadi pengulangan formula lama. Persaingan di genre horor juga semakin ketat dengan hadirnya judul seperti The Quarry (dari Supermassive Games, pengembang Until Dawn asli) dan Alan Wake 2. Belum lagi ekspektasi penggemar yang tinggi setelah bertahun-tahun menunggu kelanjutan kisah dari para remaja di Blackwood Mountain.
Menurut analis industri game, langkah Sony mempercayakan waralaba Until Dawn kepada Firesprite menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan studio tersebut dalam menggarap proyek berskala besar. “Firesprite memiliki pengalaman dalam mengembangkan game yang memanfaatkan fitur unik PlayStation, seperti kontroler DualSense dan haptic feedback. Ini bisa menjadi nilai tambah untuk Until Dawn 2,” ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya.
Ke depannya, pertanyaan besar yang menggantung adalah apakah Until Dawn 2 akan mempertahankan latar pegunungan bersalju atau membawa pemain ke lokasi baru yang tak kalah mencekam. Yang jelas, dengan konfirmasi ini, para penggemar horor sudah bisa mulai menghitung hari menuju petualangan menegangkan berikutnya.



