Hujan Sembilan Try, Leinster Lumat Lions dan Lolos ke Semifinal URC
Baca dalam 60 detik
- Leinster mencetak sembilan try dalam kemenangan telak 59-10 atas Lions di perempat final United Rugby Championship.
- James Lowe mencetak dua try pada penampilan ke-100 dan memecahkan rekor try terbanyak sepanjang sejarah Leinster dengan 71 try.
- Kemenangan ini mengantarkan Leinster ke semifinal melawan Stormers, membuka peluang merebut gelar setelah kekalahan di final Piala Champions.

Leinster bangkit dari kekalahan menyakitkan di final Piala Champions dengan performa dominan, menghancurkan Lions 59-10 dalam laga perempat final United Rugby Championship (URC) di Aviva Stadium, Dublin, Sabtu (7/6). Sembilan try yang dicetak tim tuan rumah tidak hanya memastikan tiket ke semifinal, tetapi juga menandai momen bersejarah bagi pemain sayap James Lowe.
Lowe, yang menjalani caps ke-100 bersama Leinster, menyumbangkan dua try dan sekaligus memecahkan rekor klub sebagai pencetak try terbanyak sepanjang masa. Dengan total 71 try, ia melampaui catatan legenda Shane Horgan yang bertahan selama bertahun-tahun. Pencapaian ini menjadi puncak penampilan impresif Leinster yang sepanjang laga mendominasi penguasaan bola dan efektivitas serangan.
Pelatih Leo Cullen memutar skuad setelah kekalahan di final Piala Champions, namun hasilnya justru semakin solid. Leinster unggul 21-5 di babak pertama melalui try Dan Sheehan, Hugo Keenan, dan James Ryan. Meski sempat kehilangan Thomas Clarkson akibat kartu kuning, pertahanan Leinster tetap kokoh. Babak kedua menjadi panggung bagi Scott Penny, Sam Prendergast, Gus McCarthy, dan Jimmy O'Brien yang masing-masing menyumbang satu try, sementara Lowe menutup pesta dengan dua try tambahan.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, laga ini mempertegas dominasi klub-klub Irlandia di URC. Leinster, yang dikenal dengan akademi pemain muda berkualitas, menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa. Meski tanpa beberapa pemain inti, mereka tetap mampu tampil agresif dan disiplin. Gaya permainan cepat dan variasi serangan Leinster bisa menjadi referensi bagi perkembangan rugby di Tanah Air, terutama dalam hal pembinaan pemain muda dan strategi transisi cepat.
Di sisi lain, Lions asal Afrika Selatan harus mengakui keunggulan lawan. Mereka hanya mampu membalas melalui dua try Henco van Wyk, namun gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain saat Leinster terkena kartu kuning. Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Lions di URC musim ini, namun mereka bisa berbangga karena berhasil mencapai perempat final.
Laga semifinal melawan Stormers akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Leinster. Bisakah mereka mempertahankan performa ini dan melaju ke final untuk menebus kegagalan di Piala Champions? Atau justru Stormers yang akan menjadi batu sandungan? Jawabannya akan diketahui pekan depan.



