NVIDIA Hidupkan Kembali Produksi RTX 3060: Jawaban atas Lonjakan Harga GPU di China
Baca dalam 60 detik
- NVIDIA memproduksi ulang RTX 3060 12GB untuk merespons krisis pasokan memori dan harga GPU yang melonjak.
- Colorful menjadi mitra pertama yang merilis ulang GPU ini di China dengan harga sekitar $325โ$347.
- Langkah ini berpotensi memengaruhi pasar GPU global, termasuk Indonesia, yang juga mengalami kelangkaan serupa.

NVIDIA kembali memproduksi kartu grafis GeForce RTX 3060 setelah sempat dihentikan, menyusul kelangkaan memori dan harga yang meroket di pasar. Langkah ini diambil untuk menstabilkan pasokan GPU kelas menengah yang sangat dibutuhkan, terutama di China yang menjadi salah satu pasar terbesar.
Menurut laporan Board Channels, mitra papan atas NVIDIA, Colorful, telah mulai memasok kembali GPU RTX 3060 dengan memori 12GB. Salah satu model yang tersedia adalah Battle Axe GeForce RTX 3060 DUO 12GB V2, yang dijual dengan harga sekitar $325 hingga $347 di toko resmi Colorful. Pengiriman perdana dijadwalkan pada 5 Juni, dengan pasokan tambahan diharapkan datang setiap pekan.
Keputusan NVIDIA ini tidak lepas dari tekanan pasar. Harga GPU di China sempat melonjak akibat terbatasnya pasokan chip memori GDDR6 dan permintaan tinggi dari sektor pertambangan kripto serta kecerdasan buatan. Dengan menghidupkan kembali RTX 3060, NVIDIA berupaya mengisi celah di segmen harga menengah yang selama ini kosong.
Bagi Indonesia, langkah ini bisa menjadi angin segar. Pasar GPU Tanah Air juga mengalami kelangkaan serupa, dengan harga RTX 3060 yang sempat melambung hingga dua kali lipat dari harga eceran. Jika NVIDIA memperluas produksi ke kawasan Asia Tenggara, konsumen Indonesia mungkin bisa mendapatkan GPU dengan harga lebih terjangkau dalam beberapa bulan ke depan.
Analis industri menilai bahwa keputusan NVIDIA ini merupakan respons terhadap tekanan kompetitor, terutama AMD yang gencar memasarkan GPU Radeon RX 7600 di segmen yang sama. "Dengan menghadirkan kembali RTX 3060, NVIDIA tidak hanya mengisi kekosongan pasokan, tetapi juga mempertahankan pangsa pasar di segmen menengah yang krusial," ujar seorang pengamat pasar GPU.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah NVIDIA akan mempertahankan produksi RTX 3060 dalam jangka panjang atau hanya sebagai solusi sementara. Jika pasokan memori global membaik, bukan tidak mungkin perusahaan akan kembali fokus pada seri terbaru. Namun, bagi konsumen yang menunggu GPU terjangkau, langkah ini setidaknya memberikan harapan di tengah ketidakpastian harga.



