Xbox Series S Kembali Jadi Biang Kerok: Port No Rest for the Wicked Tertunda
Baca dalam 60 detik
- Moon Studios mengonfirmasi versi 1.0 No Rest for the Wicked hanya rilis di PS5 dan PC pada Oktober 2026, sementara versi Xbox dan Switch 2 menyusul.
- Direktur Moon Studios menyebut Xbox Series S sebagai penyebab utama penundaan karena spesifikasi hardware yang membatasi performa.
- Pernyataan bahwa Series S setara dengan ponsel kelas atas memicu diskusi tentang masa depan konsol entry-level di era game AAA.

Konsol kelas bawah milik Microsoft kembali menjadi sorotan setelah Moon Studios, pengembang di balik No Rest for the Wicked, mengumumkan bahwa versi Xbox dari game tersebut akan dirilis lebih lambat dari jadwal. Dalam pengumuman di acara State of Play pekan ini, studio asal Austria itu mengonfirmasi bahwa versi 1.0 game aksi-RPG ini akan meluncur pada Oktober 2026 untuk PlayStation 5 dan PC, sementara pemilik Xbox Series X|S dan Nintendo Switch 2 harus bersabar.
Thomas Mahler, direktur sekaligus salah satu pendiri Moon Studios, buka suara di server Discord resmi game tersebut. Ia mengakui bahwa timnya menghadapi kendala optimasi serius pada Xbox Series S—varian digital yang lebih murah dengan spesifikasi lebih rendah. “Series S membuat semuanya berat,” tulis Mahler. “Kami akan merilisnya setelah dioptimalkan secara maksimal untuk Switch 2 dan Xbox.”
Pernyataan ini memicu perdebatan di kalangan gamer, mengingat Xbox Series S kerap dianggap sebagai penghambat pengembangan lintas platform. Mahler bahkan menyebut bahwa spesifikasi Series S saat ini tidak jauh berbeda dengan ponsel kelas atas. “Series S dan spesifikasi ponsel tidak terlalu jauh pada titik ini,” ujarnya menanggapi seorang pengguna. Komentar tersebut menambah daftar panjang keluhan pengembang tentang keterbatasan konsol seharga 299 dolar AS itu.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini mungkin tidak terlalu mengejutkan. Sejak dirilis pada 2020, Xbox Series S memang kerap menjadi kambing hitam atas tertundanya port game besar. Beberapa judul seperti Baldur's Gate 3 dan Gotham Knights juga sempat mengalami nasib serupa. Namun, pernyataan Mahler bahwa Series S setara dengan ponsel menimbulkan pertanyaan baru: apakah konsol entry-level masih relevan untuk game AAA di masa depan?
Moon Studios sendiri dikenal lewat seri Ori and the Blind Forest yang sukses di berbagai platform. No Rest for the Wicked, yang masih dalam akses awal, menjanjikan pengalaman action-RPG dengan gaya seni yang khas. Namun, keputusan untuk menunda versi Xbox dan Switch 2 menunjukkan bahwa optimasi lintas platform, terutama untuk perangkat dengan daya rendah, masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi para pengembang.
Ke depan, tekanan pada Microsoft untuk meningkatkan spesifikasi Series S atau memberikan fleksibilitas lebih besar kepada pengembang kemungkinan akan semakin besar. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin para gamer di Indonesia yang memilih Xbox Series S karena harganya yang terjangkau harus rela menunggu lebih lama untuk menikmati game-game terbaru.



