Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026: Polri Tegaskan Peran Ideologi Negara di Tengah Tantangan Global
Baca dalam 60 detik
- Polda Kepri menggelar upacara Hari Lahir Pancasila 2026 dengan tema penekanan pada persatuan bangsa dan perdamaian dunia.
- Kapolda Kepri membacakan amanat yang menggarisbawahi Pancasila sebagai fondasi moral dalam menghadapi dinamika global dan memperkuat toleransi.
- Momentum ini dimanfaatkan untuk mengajak personel dan masyarakat menjaga keamanan serta melaporkan gangguan melalui kanal pengaduan Polri.
Pada 1 Juni 2026, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Bhayangkara, Batam, dengan menegaskan kembali peran ideologi negara sebagai perekat bangsa di tengah arus globalisasi. Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin memimpin langsung jalannya upacara yang dihadiri jajaran pejabat utama Polda Kepri, termasuk Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo dan Irwasda Polda Kepri.
Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia," peringatan tahun ini menyoroti fungsi Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dalam merespons tantangan global seperti radikalisme, intoleransi, dan fragmentasi sosial. Dalam amanat yang dibacakan Kapolda, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi kompas dalam menjaga persatuan dan memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
"Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman dalam setiap pengabdian. Saya mengajak seluruh personel Polda Kepri dan masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kepulauan Riau," ujar Kapolda Kepri dalam sambutannya.
Peringatan ini menjadi momentum bagi Polri, khususnya Polda Kepri, untuk merefleksikan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam tugas sehari-hari sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, penguatan ideologi Pancasila dianggap krusial untuk mencegah disintegrasi bangsa dan memperkuat ketahanan nasional. Apalagi, Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga kerap menjadi pintu masuk berbagai pengaruh asing, baik ekonomi maupun ideologi.
Di sisi lain, peringatan ini juga dimanfaatkan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya partisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei mengimbau warga untuk segera melaporkan setiap gangguan kamtibmas melalui Call Center 110 yang beroperasi 24 jam atau melalui aplikasi Polri Super Apps. Langkah ini dinilai sebagai upaya Polri untuk mempercepat respons dan meningkatkan pelayanan publik berbasis teknologi.
Ke depan, tantangan terbesar dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila adalah bagaimana menjaga relevansinya di kalangan generasi muda yang semakin terpapar budaya global. Polda Kepri berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala, tidak hanya seremonial tetapi juga aksi nyata dalam bentuk pembinaan masyarakat dan dialog kebangsaan. Pertanyaannya, akankah peringatan tahunan ini cukup efektif untuk membendung arus intoleransi dan radikalisme yang masih mengintai?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7758434/original/018903500_1780567611-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_16.38.25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7745889/original/017580900_1780553466-IMG_0887.jpeg)

