Prabowo Peringatkan 'Kelompok Doyan Korupsi' di Pidato Hari Lahir Pancasila
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menuding adanya kelompok yang gemar korupsi dan penyelewengan sebagai penghambat transformasi bangsa.
- Pidato di Hari Lahir Pancasila menekankan perlunya keberanian mengambil keputusan sulit demi kepentingan rakyat, bukan kemudahan jangka pendek.
- Peringatan keras disampaikan agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang bergantung pada negara lain di tengah tantangan global.

Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap apa yang ia sebut sebagai "kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi" dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6) di Jakarta. Ia menegaskan bahwa transformasi bangsa yang tengah dijalankan pemerintahannya akan menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang diuntungkan oleh praktik ilegal dan penyelewengan.
Bertindak sebagai inspektur upacara di lapangan Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Prabowo mengakui bahwa perubahan besar tidak pernah berjalan mulus. "Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar, tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan," ujarnya. Ia secara spesifik menyebut perlawanan dari kelompok yang gemar korupsi, penyelewengan, dan tindakan ekonomi ilegal sebagai salah satu hambatan utama.
Prabowo juga menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan yang benar, meskipun pahit. "Kita harus berani mengambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita," tegasnya. Ia memperingatkan agar generasi saat ini tidak mewariskan "kemudahan jangka pendek" yang justru mengorbankan masa depan anak cucu bangsa.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan bahaya ketergantungan pada bangsa lain. "Tidak ada bangsa lain yang akan kasihan kepada kita. Kalau rakyat kita lapar, tidak ada kekuatan lain yang akan membantu kita," katanya. Pernyataan ini menegaskan visi kemandirian nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahannya.
Momen peringatan ini juga dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. Kehadiran Megawati Soekarnoputri, yang berjalan bersama Prabowo dan Gibran saat memasuki lapangan, memberikan simbol persatuan di tengah perbedaan politik.
Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni merujuk pada pidato Bung Karno dalam sidang BPUPKI pada 1945 yang pertama kali merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. Peringatan tahun ini menjadi ajang bagi Prabowo untuk menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memberantas korupsi dan memperkuat kedaulatan bangsa.
Ke depan, tantangan terbesar bagi pemerintahan Prabowo adalah membuktikan bahwa transformasi yang digaungkan mampu berjalan tanpa terjebak dalam kepentingan kelompok. Akankah perlawanan dari "kelompok doyan korupsi" benar-benar dapat diatasi, atau justru menjadi batu sandungan bagi agenda reformasi?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7660064/original/061589800_1780453537-IMG_0808.jpeg)

