Jajang Sukmara: Bek Kanan Persib Adalah Simbol Kebanggaan Putra Daerah
Baca dalam 60 detik
- Mantan bek kanan Persib Bandung, Jajang Sukmara, mengungkapkan bahwa posisi bek kanan di tim Pangeran Biru secara turun-temurun diisi oleh pemain lokal, sebuah tradisi yang masih terjaga hingga kini.
- Jajang menceritakan perjalanan kariernya dari Akademi Persib hingga meraih gelar juara Liga Indonesia 2014, serta adaptasinya dengan berbagai pelatih selama enam musim membela tim kebanggaan Bobotoh.
- Ia berharap regenerasi pemain lokal seperti Kakang Rudianto dapat menginspirasi generasi muda Bandung untuk terus berjuang menembus skuad utama Persib.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1205209/original/090598600_1460793334-_20151024NH_Jajang_Sukmara_02.jpg)
Kebanggaan menjadi bagian dari Persib Bandung tidak pernah pudar, terutama bagi pemain yang lahir dan besar di Kota Kembang. Jajang Sukmara, mantan bek kanan Persib, kembali mengingatkan bahwa posisi yang pernah dihuninya memiliki nilai historis: selalu dipercayakan kepada putra daerah. Tradisi ini, menurutnya, menjadi salah satu fondasi kesuksesan Persib meraih hattrick gelar juara BRI Super League musim 2025/2026.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Bicara Bola, Jajang—yang akrab disapa Jasuke—menceritakan pengalamannya membela Persib dari 2011 hingga 2017. Lulusan Akademi Persib ini ikut merasakan manisnya gelar juara Liga Indonesia 2014 di bawah asuhan Djadjang Nurdjaman. Ia menyadari bahwa bermain untuk Persib bukan sekadar karier, melainkan panggilan hati. "Kalau menurut Bobotoh, Persib itu bahasa hati. Di Persib pula saya bertemu tambatan hati. Ketemu istri waktu saya bermain di Persib," ujarnya.
Jajang mengakui bahwa perjalanannya di Persib tidak selalu mulus. Ia harus beradaptasi dengan berbagai pelatih, mulai dari Drago Mamić yang memberinya kepercayaan penuh pada 2011-2012, hingga Djadjang Nurdjaman yang menggeser posisinya menjadi bek kanan pada 2015. Persaingan dengan Dias Angga membuatnya harus bekerja ekstra. "Kita mainnya ganti-gantian. Alhamdulillah, mungkin saya ada lebihnya sedikit," kenangnya.
Menariknya, tradisi bek kanan lokal masih berlanjut hingga kini. Kakang Rudianto, pemain muda asli Bandung yang pernah menimba ilmu di Inggris dan Italia, menjadi andalan pelatih Bojan Hodak. Jajang menilai kehadiran Kakang dan Robi Darwis sebagai angin segar. "Ada Kakang dan Frans Putros. Tapi Putros kan pemain asing. Selain Kakang, ada juga Robi Darwis," katanya. Ia berharap regenerasi ini memotivasi bakat-bakat lokal lain untuk terus berjuang.
Meski begitu, Jajang tidak menampik bahwa jumlah pemain lokal Bandung di skuad Persib belakangan ini menurun. Ia melihatnya sebagai konsekuensi regulasi yang harus diterima. "Balik lagi ke regulasi ya. Ada plus minusnya. Kita kan harus melihatnya dari dua sisi. Ada bagusnya, mungkin juga ada kurang bagusnya," tuturnya. Namun, ia menekankan bahwa pos bek kanan tetap menjadi milik putra daerah, sebuah kebanggaan yang patut dipertahankan.
Ke depan, Jajang berharap Persib semakin jaya dan para pemain muda seperti Kakang dapat menjadi role model. "Harapannya mah buat Persib semakin jaya selalu pastinya. Keduanya mungkin menjadikan roll mode anak-anak biar tambah semangat mengejar impian jadi pemain Persib. Bukan hanya impian anak-anaknya saja, tapi juga orang tuanya," pungkasnya. Pertanyaannya, akankah tradisi bek kanan lokal ini terus bertahan di tengah gempuran pemain asing dan tuntutan prestasi?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7590957/original/087192600_1780373368-WhatsApp_Image_2026-06-02_at_10.39.17_AM.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7591053/original/027682300_1780373467-Media_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7548608/original/076977400_1780324389-Indonesia_vs_Myanmar.jpg)