Kemenangan Stage 1 Giro Wanita Sirna: Wiebes Didiskualifikasi karena Bobot Sepeda
Baca dalam 60 detik
- Lorena Wiebes kehilangan kemenangan stage pertama Giro d'Italia Women setelah sepedanya terbukti 20 gram di bawah batas minimum UCI.
- Tim SD Worx-Protime mempertanyakan konsistensi penimbangan, mengklaim perbedaan 50 gram antara dua pengukuran pada sepeda yang sama.
- Elisa Balsamo naik sebagai pemenang stage dan mengenakan maglia rosa, meski mengakui kemenangan itu tidak sesuai harapannya.

Lorena Wiebes, sprinter Belanda yang baru saja memenangi stage pertama Giro d'Italia Women, harus merelakan kemenangannya setelah juri balap mendiskualifikasinya karena sepeda yang digunakan tidak memenuhi batas berat minimum. Keputusan yang diumumkan Sabtu malam itu langsung mengubah peta persaingan, sekaligus memicu perdebatan soal prosedur teknis di balap sepeda wanita.
Wiebes, yang membela tim SD Worx-Protime, finis terdepan di Ravenna setelah mengalahkan Elisa Balsamo (Lidl-Trek) dan Lara Gillespie (UAE Team ADQ). Namun, pemeriksaan pasca-balapan menunjukkan sepedanya berbobot 6,78 kg, 20 gram di bawah ambang 6,8 kg yang ditetapkan Union Cycliste Internationale (UCI). Akibatnya, Wiebes tidak hanya kehilangan stage win, tetapi juga dikeluarkan dari seluruh ajang Giro tahun ini.
Tim SD Worx-Protime menyatakan "terpukul" dengan hukuman yang mereka sebut "sangat keras". Dalam pernyataan resmi, tim meragukan akurasi penimbangan karena ditemukan perbedaan lebih dari 50 gram antara pengukuran pertama dan kedua pada sepeda yang sama. "Wiebes telah membalap dengan sepeda ini berkali-kali musim ini, dan selalu dirakit dengan cara yang sama. Sepeda ini telah memberinya banyak kemenangan. Awal tahun ini, setelah beberapa balapan yang dimenangkannya, sepeda itu ditimbang oleh juri UCI dan selalu berada di atas ambang 6,8 kg. Kami tidak mengerti bagaimana sepeda yang sama kini bisa berada di bawah batas," demikian pernyataan tim.
Balsamo, yang kini resmi menjadi pemimpin klasemen, mengakui situasi yang tidak ideal. "Tentu saja ini bukan cara yang saya inginkan untuk menang, tapi ini keputusan juri. Bagaimanapun, ini suatu kehormatan untuk mengenakan maglia rosa dan saya akan berusaha mempertahankannya di stage besok," ujarnya. Stage kedua yang menempuh 156 km dari Roncade ke Caorle diperkirakan kembali menguntungkan para sprinter.
Kontroversi ini mengingatkan pada kasus serupa di dunia balap sepeda, di mana perbedaan gram sering menjadi titik rawan. Bagi Indonesia, meski belum memiliki atlet di level World Tour, isu regulasi teknis seperti ini relevan mengingat semakin banyaknya pembalap Asia yang merambah kompetisi Eropa. Federasi Sepeda Indonesia (ISSI) dapat menjadikan insiden ini sebagai pelajaran tentang pentingnya kepatuhan terhadap standar peralatan, terutama bagi atlet yang berlaga di kancah internasional.
Stage pertama juga diwarnai insiden kecelakaan yang memaksa Cat Ferguson, pembalap asal Inggris dari Movistar, mundur setelah 35 km dan dilarikan ke rumah sakit. Dengan Wiebes keluar, persaingan menuju overall victory semakin terbuka. Akankah Balsamo mampu mempertahankan maglia rosa hingga akhir, atau akan ada kejutan lain dari pembalap seperti Gillespie atau Kool? Giro d'Italia Women tahun ini baru saja dimulai, dan drama teknis sudah mewarnai.



