Prabowo Tiba di Jakarta Usai Kunjungan ke Prancis, Gibran Sambut Langsung
Baca dalam 60 detik
- Prabowo Subianto mendarat di Indonesia pada Sabtu pagi setelah lawatan kenegaraan ke Prancis, disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
- Pertemuan bilateral dengan Presiden Macron membahas kerja sama strategis di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, dan riset, termasuk percepatan IEU-CEPA.
- Ini merupakan kunjungan ketiga Prabowo ke Prancis tahun ini, menandai puncak hubungan diplomatik kedua negara.

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air pada Sabtu (30/5) pagi setelah menuntaskan rangkaian kunjungan kenegaraan di Prancis. Kedatangannya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bersama sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, dan Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan.
Suasana penyambutan berlangsung singkat. Setelah bersalaman dengan para penyambut, Prabowo langsung menuju kendaraan dinas Maung putihnya dan meninggalkan area bandara. Tidak ada pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media saat itu.
Kunjungan ke Prancis yang berlangsung sejak Kamis (28/5) lalu menjadi momen penting bagi hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron di Paris, Prabowo membahas sejumlah isu strategis yang mencakup kerja sama pertahanan, transisi energi bersih, pengembangan pendidikan, dan riset. Salah satu agenda utama yang turut disinggung adalah percepatan implementasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA).
Menurut Prabowo, hubungan Indonesia-Prancis saat ini berada pada titik terbaik dalam sejarah. Pernyataan itu mencerminkan optimisme pemerintah terhadap prospek kerja sama kedua negara, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Prancis, sebagai salah satu kekuatan Eropa, menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam mendorong investasi dan transfer teknologi.
Bagi Indonesia, kunjungan ini memiliki implikasi domestik yang signifikan. Kerja sama pertahanan yang dibahas diyakini dapat memperkuat kemandirian industri alat utama sistem senjata (alutsista) nasional. Sementara itu, komitmen di bidang energi bersih sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah. Di sektor pendidikan dan riset, kolaborasi dengan institusi Prancis diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan hasil pertemuan tingkat tinggi ini dapat ditindaklanjuti secara konkret. Pertanyaan yang mengemuka: seberapa cepat realisasi proyek-proyek kerja sama yang telah disepakati, dan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian serta pertahanan Indonesia dalam jangka pendek?


