Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik dan Jelajah, Kim Jong Un Awasi Langsung
Baca dalam 60 detik
- Pyongyang mengkonfirmasi uji coba rudal balistik dan jelajah terbaru yang diawasi langsung oleh Kim Jong Un.
- Rudal jelajah taktis diklaim mampu menghantam target hingga 100 km dengan sistem navigasi otonom presisi tinggi.
- Uji coba ini menjadi yang pertama sejak April lalu dan menandai eskalasi pengembangan militer Korea Utara.

Korea Utara kembali menunjukkan taring militernya. Pada Selasa (26/5), Pyongyang mengumumkan telah sukses melakukan uji coba rudal balistik jarak pendek, rudal jelajah taktis, serta roket artileri. Pemimpin tertinggi Kim Jong Un disebut turun langsung mengawasi rangkaian uji coba yang merupakan bagian dari program modernisasi persenjataan lima tahun negara tersebut.
Pengumuman resmi dari Korean Central News Agency (KCNA) menyebutkan bahwa uji coba melibatkan sistem rudal jelajah taktis ganda dan sistem peluncur rudal serbaguna ringan. Rudal-rudal ini dirancang untuk memperkuat kemampuan tempur jarak pendek dan menengah, khususnya di sepanjang perbatasan selatan dengan Korea Selatan.
Menurut militer Korea Selatan, proyektil diluncurkan sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan terbang sejauh 80 kilometer. Ini merupakan peluncuran rudal balistik pertama Korea Utara sejak 19 April lalu. Seoul mencatat bahwa peluncuran dilakukan dari wilayah pesisir barat Korea Utara.
Yang menarik, KCNA mengklaim bahwa rudal jelajah taktis yang diuji dilengkapi dengan sistem navigasi otonom ultra-presisi dan mampu mengenai sasaran hingga jarak 100 kilometer. Rudal ini rencananya akan ditempatkan di brigade artileri jarak jauh yang beroperasi di sepanjang perbatasan dengan Korea Selatan. Klaim ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam akurasi dan jangkauan dibandingkan sistem sebelumnya.
Kim Jong Un menyatakan kepuasan atas hasil uji coba tersebut. Menurutnya, sistem kendali tembak dan otomatisasi kendaraan peluncur telah diperbarui agar sesuai dengan kondisi perang modern. โIni adalah sinyal jelas peningkatan kekuatan militer kami,โ ujar Kim seperti dikutip KCNA.
Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Eskalasi militer di Semenanjung Korea berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan regional Asia Timur, yang merupakan mitra dagang utama Indonesia. Selain itu, peningkatan kemampuan rudal Korea Utara dapat memicu perlombaan senjata di kawasan, termasuk oleh negara-negara tetangga seperti China dan Jepang. Indonesia sebagai negara non-blok perlu menjaga keseimbangan hubungan diplomatik dengan semua pihak.
Para analis militer menilai bahwa uji coba ini menegaskan tekad Pyongyang untuk terus mengembangkan persenjataan meskipun mendapat tekanan internasional. โKorea Utara tidak akan berhenti sampai mereka memiliki kemampuan nuklir dan rudal yang kredibel,โ kata seorang pengamat keamanan dari Universitas Indonesia. โIndonesia harus memperkuat diplomasi preventif di forum multilateral.โ
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah uji coba ini akan memicu sanksi baru dari Dewan Keamanan PBB atau justru membuka ruang dialog. Mengingat Korea Utara telah beberapa kali melanggar resolusi PBB, respons komunitas internasional akan menentukan arah konflik di Semenanjung Korea.



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7307994/original/030059500_1780093649-7b38ad15-e345-473f-bc8e-7f77b4efe004.jpeg)