Zayn Malik: Kerumunan di Hotel Bukan Penggemar, tapi Stalker
Baca dalam 60 detik
- Zayn Malik membantah video amarahnya di luar hotel Manchester, menyebut pelaku adalah stalker yang menghalangi mobilnya selama 10 menit.
- Insiden ini terjadi di tengah masa sulit tur Konnakol, termasuk pembatalan 22 tanggal konser dan pelemparan botol air di acara tanya jawab.
- Penyanyi tersebut menegaskan penggemar sejati tetap hormat, dan stalker merusak pengalaman bagi mereka.

Penyanyi Zayn Malik angkat bicara setelah video yang memperlihatkannya tampak marah di luar hotel di Manchester viral di media sosial. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kerumunan yang menghalangi jalannya bukanlah penggemar sejati, melainkan para stalker yang hanya mencari konten.
Video yang diunggah TMZ menunjukkan Zayn, 33 tahun, berusaha meninggalkan hotel setelah konser di AO Arena, Minggu (24/05/26) malam. Dalam rekaman, ia tampak frustrasi karena pintu masuk hotel dan akses ke mobilnya terhalang oleh sekelompok orang. Seorang anggota staf perempuan terdengar berteriak meminta mereka memberi jalan.
Menanggapi unggahan TMZ di Instagram, Zayn menulis, "Mari luruskan fakta โ para penggemar selalu hormat dan luar biasa. Masalahnya adalah beberapa pria dewasa yang berdiri menghalangi pintu hotel dan mobil selama 10 menit, tidak membiarkan kami atau satpam pergi." Ia menambahkan, "Mereka bukan penggemar, mereka stalker yang muncul di mana pun ada orang yang ingin mereka temui dan melakukan hal yang sama pada semua orang demi konten. Ini tidak aman dan tidak baik, dan mereka merusaknya untuk penggemar sejati."
Insiden ini menambah daftar masalah yang membayangi tur Konnakol Zayn. Pekan sebelumnya, ia nyaris terkena botol air yang dilempar saat acara tanya jawab di Banquet Records, Kingston, London. Video kejadian itu beredar luas dan memicu reaksi kaget dari penggemar. Banquet Records kemudian meminta maaf karena harus menggabungkan dua sesi akibat konflik jadwal, yang menuai kritik dari sebagian penggemar.
Bulan lalu, Zayn juga terpaksa membatalkan pertunjukan One Night Only di Circuit, Kingston, karena sakit. Banquet Records mengonfirmasi penundaan tersebut. Lebih jauh, penyanyi yang meninggalkan One Direction pada 2015 ini dilaporkan telah membatalkan 22 tanggal tur setelah mengalami masalah kesehatan yang membuatnya dirawat di rumah sakit.
Sejak hengkang dari One Direction, Zayn memang lebih memilih menjaga privasi. Namun, kembalinya ia ke panggung lewat tur Konnakol dan materi baru telah membangkitkan minat besar terhadap karier solonya. Ia tetap menjadi salah satu mantan anggota grup yang paling sukses secara komersial, bersama Harry Styles, Louis Tomlinson, Niall Horan, dan mendiang Liam Payne yang wafat pada 2024.
Bagi penggemar di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan sisi gelap budaya penggemar yang kadang melampaui batas. Di tengah maraknya konten digital, batas antara penggemar dan stalker kerap kabur. Pertanyaannya, sejauh mana selebritas dapat melindungi ruang pribadi mereka tanpa harus kehilangan koneksi dengan penggemar sejati?



