KRL Duri-Tangerang Alami Gangguan Listrik, Penumpang Panik Usai Ledakan Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Commuter Line No. 1978A rute Duri-Tangerang mogok di petak jalan Duri-Rawabuaya akibat gangguan Listrik Aliran Atas (LAA) pada Selasa sore.
- Penumpang melaporkan suara ledakan dari dalam gerbong yang memicu kepanikan, sementara petugas melakukan evakuasi dengan menggandeng rangkaian ke Stasiun Rawabuaya.
- KAI Commuter memastikan proses normalisasi berlangsung dan mengimbau pengguna memantau informasi melalui kanal resmi untuk menghindari keterlambatan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7029334/original/032517300_1779803839-IMG_20260526_192804.jpg)
Perjalanan Commuter Line rute Duri-Tangerang mengalami gangguan teknis pada Selasa (26/5/2026) sore, setelah rangkaian No. 1978A mogok di jalur hulu antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya. Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.05 WIB ini memicu pemadaman Listrik Aliran Atas (LAA) dan menyebabkan kepanikan di kalangan penumpang akibat suara ledakan yang terdengar dari dalam gerbong.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa petugas langsung berkoordinasi dan melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan keselamatan serta mempercepat normalisasi. โSetelah menerima informasi, petugas terkait langsung melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi untuk memastikan keselamatan perjalanan serta mempercepat normalisasi operasional perjalanan Commuter Line,โ ujarnya. LAA berhasil dinyalakan kembali pada pukul 17.56 WIB, dan rangkaian yang mogok kemudian digandeng dengan Commuter Line No. 1980A menuju jalur tiga Stasiun Rawabuaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sejumlah penumpang yang berada di dalam kereta mengalami momen mencekam. Tasya (25), seorang penumpang yang hendak menuju Tangerang dari Kampung Bandan, menceritakan bahwa ledakan terjadi berulang kali. โTadi dengar ada ledakan. Jadi ledak gitu, (kereta) mati, (kereta) hidup lagi, ledak lagi, terus mati, hidup, ledak lagi, terus mati lagi. Enggak lama, kereta berhenti sampai sekarang. Ledakannya dari dalam KRL, kayak 'dug' gitu bunyinya,โ katanya. Ledakan tersebut langsung memadamkan lampu gerbong dan memicu kepanikan massal. Tasya bersama beberapa penumpang lain memilih turun begitu pintu terbuka di perlintasan sebidang Rawa Buaya.
Penumpang lain, Butar (45), yang berada di gerbong tiga, mengaku mendengar tiga kali ledakan keras dari gerbong yang sama sekitar pukul 17.00 WIB. Ia kemudian berpindah ke gerbong paling depan untuk menyelamatkan diri, namun memilih bertahan menunggu penanganan petugas. Hingga pukul 18.40 WIB, rangkaian masih tertahan dengan kondisi lampu yang menyala padam secara sporadis.
Insiden ini juga berdampak pada lalu lintas di sekitar lokasi. Kereta yang melintang di perlintasan sebidang menutup akses Jalan Daan Mogot dari kedua arah, menyebabkan kemacetan panjang. Warga sekitar berkerumun mendekati gerbong belakang, sementara masinis kereta lain yang melintas dari arah berlawanan terpaksa memperlambat laju demi keselamatan. KAI Commuter mengimbau pengguna untuk tetap mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui akun resmi @commuterline, aplikasi C-Access, atau call center 121. Proses normalisasi perjalanan terus dilakukan untuk meminimalkan keterlambatan.



