Tragedi Perlintasan Kereta di Belgia: Empat Tewas Termasuk Dua Anak-Anak
Baca dalam 60 detik
- Kecelakaan maut terjadi di Buggenhout, Belgia utara, saat kereta komuter menabrak minibus sekolah, menewaskan empat orang termasuk dua anak berusia 12 dan 15 tahun.
- Palang pintu perlintasan telah tertutup dan lampu merah menyala saat insiden, namun minibus tetap melintas; penyebab pasti masih diselidiki.
- Insiden ini memicu duka mendalam dari pejabat tinggi Belgia dan Uni Eropa, serta menyoroti keselamatan perlintasan sebidang yang masih menjadi masalah global.

Sebuah kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api di Buggenhout, Belgia utara, pada Selasa (26/5) pagi waktu setempat. Kereta komuter menabrak sebuah minibus sekolah yang mengangkut tujuh murid dari sekolah khusus anak berkebutuhan belajar. Akibat benturan keras, empat orang tewas di tempat, termasuk dua anak-anak serta sopir dan seorang pengawas.
Menurut keterangan Jaksa Lisa De Wilde, korban jiwa terdiri dari dua anak berusia 12 dan 15 tahun, sopir berusia 49 tahun, dan pengawas berusia 27 tahun. Lima anak lainnya mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit setempat. Beruntung, kondisi mereka stabil dan tidak mengancam jiwa, sebagaimana disampaikan juru bicara kepolisian An Berger.
Wakil Perdana Menteri Belgia Maxime Prevot melalui media sosial X menyebut peristiwa ini sebagai "tabrakan tragis" dan menyampaikan duka cita. Perdana Menteri Bart De Wever juga mengaku sangat terpukul dan menyampaikan simpati kepada keluarga korban. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut berduka, menyebut dirinya "patah hati" atas insiden tersebut.
Infrabel, melalui juru bicara Frederic Sacre, mengonfirmasi bahwa rekaman menunjukkan palang pintu sudah tertutup dan lampu merah menyala. "Benturannya sangat keras," ujar Sacre kepada AFP. Meski demikian, penyebab pasti minibus tetap melintas masih dalam penyelidikan. Otoritas setempat telah membuka investigasi untuk mengungkap faktor-faktor yang memicu kecelakaan ini.
"Saya tidak bisa membayangkan apa yang dialami orang tua mereka," ujar Magda, seorang wanita yang putranya sedang menunggu kereta di stasiun saat kecelakaan terjadi.
Kecelakaan ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang. Meskipun infrastruktur berfungsi normal, faktor manusia atau teknis masih bisa menjadi celah. Ke depan, pihak berwenang Belgia diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan edukasi guna mencegah tragedi serupa terulang.



