Presiden Prabowo Panen Raya Udang Vannamei di Kebumen, Targetkan Swasembada Perikanan
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya udang vannamei di kawasan BUBK Kebumen, menandai siklus kedelapan sejak 2023.
- Pemerintah menggencarkan proyek tambak terintegrasi di Waingapu dan Sulawesi Utara untuk mendorong produksi udang nasional.
- Nilai ekspor udang Indonesia meningkat menjadi USD1,87 miliar pada 2025, dengan pasar utama Amerika Serikat, China, dan Jepang.

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan panen raya udang vannamei di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Presiden turun langsung ke tambak bersama para pekerja lokal untuk memanen udang yang telah dibudidayakan sejak kawasan itu diresmikan pada 2023.
"Saya hadir menyaksikan panen raya udang, ini sudah tiga tahun dan hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Sangat menjanjikan," ujar Presiden Prabowo di lokasi panen. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong produksi udang nasional melalui pembangunan kawasan budidaya terintegrasi, termasuk proyek di Waingapu seluas 2.000 hektare dan tambak udang di Sulawesi Utara seluas 200 hektare.
"Yang harus kita dukung adalah proyek yang produktif, yaitu menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, menambah penghasilan rakyat kita," tegasnya. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan bahwa BUBK Kebumen memiliki luas total 100 hektare, dengan 65 hektare area terbangun yang mencakup perkantoran, fasilitas pendukung, dan 139 petak kolam produksi. Operasional kawasan ini telah menyerap 645 tenaga kerja lokal. "Ini semua hasil panen raya sekitar 80 ton untuk diekspor. Ekspor udang kita itu paling besar ke Amerika, kemudian China dan Jepang," ujar Menteri Trenggono.
Kegiatan budidaya di BUBK Kebumen mengacu pada prinsip best practice, didukung fasilitas intake, tandon, saluran inlet dan outlet terpisah, kolam produksi, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap praktik akuakultur berkelanjutan.
Panen raya ini turut dihadiri oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, serta pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI.
Dengan keberhasilan panen raya ini, pemerintah optimistis bahwa pengembangan kawasan budidaya udang terintegrasi dapat menjadi model untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan devisa negara dari sektor perikanan. Ke depan, perluasan areal tambak di berbagai daerah diharapkan mampu mendorong Indonesia menjadi salah satu produsen udang utama dunia.



