Dewan Pengurus FPRB Balangan Dilantik, Fokus pada Mitigasi Bencana dan Kolaborasi Multipihak
Baca dalam 60 detik
- Wakil Bupati Balangan melantik pengurus FPRB masa bakti 2025-2029 untuk mempercepat respons bencana dan mengurangi keluhan masyarakat.
- FPRB diharapkan menjadi mitra strategis BPBD dalam mengintegrasikan upaya pengurangan risiko bencana di tingkat institusi dan komunitas.
- Ketua FPRB menekankan perlunya dukungan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan Balangan sebagai daerah tangguh bencana.

Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, secara resmi melantik dan mengukuhkan Dewan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Balangan untuk masa bakti 2025-2029. Acara berlangsung di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, pada Selasa (26/5/2026). Dalam sambutannya, Fauzi menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah sinergi antarinstansi guna memperkuat mitigasi dan ketangguhan daerah dalam menghadapi potensi bencana.
Fauzi menyampaikan harapan agar FPRB mampu meningkatkan kecepatan dan ketepatan penanganan saat bencana terjadi. "Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluh karena penanganan lambat," ujarnya. Ia juga mendorong forum untuk menjalankan peran secara optimal, baik di tingkat institusi maupun masyarakat, sehingga upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana dapat berjalan efektif.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menegaskan bahwa keberadaan FPRB sangat strategis sebagai mitra pemerintah daerah. "Semoga kita dapat menjadikan Kabupaten Balangan sebagai daerah yang tangguh dan mampu mengatasi setiap ancaman bencana secara tepat, cepat, dan terukur," katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi peran FPRB dalam mendukung BPBD menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Ketua FPRB Kabupaten Balangan, Hafiz Anshari, menyatakan komitmennya untuk menjadikan forum ini sebagai ruang kolaborasi nyata. "Kami tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap dukungan, arahan, serta kerja sama seluruh pihak agar tujuan bersama menjadikan Kabupaten Balangan sebagai daerah yang siaga dan tangguh bencana dapat tercapai," ujarnya. Anshari mengajak semua elemen masyarakat dan pemerintah untuk berpartisipasi aktif dalam program mitigasi.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana di Balangan. Dengan struktur kepengurusan yang baru, FPRB diharapkan mampu menginisiasi program-program inovatif yang melibatkan partisipasi publik secara luas, sehingga risiko bencana dapat diminimalkan secara berkelanjutan.



