Polda Metro Jaya Dalami Jaringan Kejahatan dari 200 Ponsel Sitaan Pelaku Begal
Baca dalam 60 detik
- Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyita hampir 200 unit ponsel dari pelaku begal dan penadah untuk analisis digital forensik.
- Pemeriksaan di Puslabfor Polri dan Direktorat Siber bertujuan mengungkap kemungkinan jaringan kriminal yang lebih luas di balik aksi kejahatan jalanan.
- Langkah ini mencerminkan upaya kepolisian memperluas penyelidikan dari kasus individual ke modus operandi sistematis.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya tengah memeriksa hampir 200 unit gawai yang disita dari para pelaku begal dan penadah. Langkah ini diambil untuk mendalami kemungkinan adanya jaringan kejahatan terorganisir yang lebih besar di balik maraknya aksi kriminal jalanan di Jakarta dan sekitarnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imannuddin, mengungkapkan bahwa ratusan ponsel tersebut saat ini dianalisis di laboratorium digital forensik Polri. Proses pemeriksaan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan Direktorat Siber Polda Metro Jaya. โDari hampir 200 gawai yang kami amankan atau kami sita dari tangan pelaku maupun para penadahnya, kami sedang lakukan analisa digital pada laboratorium digital forensik Polri,โ jelasnya pada Sabtu (23/5/2026).
Menurut Iman Imannuddin, penyidik tidak hanya fokus pada tindak pidana individual, tetapi juga berupaya mengungkap skema yang lebih terstruktur. โKami sedang melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya upaya atau dugaan skema-skema lain selain dari adanya kejadian kejahatan di beberapa waktu belakangan ini,โ ujarnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kepolisian mencurigai adanya koordinasi antar pelaku yang mungkin melibatkan penadah sebagai bagian dari rantai distribusi barang curian.
Langkah Polda Metro Jaya ini menyoroti tren peningkatan kejahatan jalanan yang belakangan meresahkan warga. Dengan memanfaatkan teknologi digital forensik, polisi berharap dapat memutus mata rantai kejahatan dari hulu ke hilir. Analisis terhadap data ponsel, termasuk riwayat panggilan, pesan, dan transaksi digital, diyakini dapat mengungkap keterkaitan antar pelaku serta mengidentifikasi target operasi selanjutnya.
โKami sedang melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya upaya atau dugaan skema-skema lain selain dari adanya kejadian kejahatan di beberapa waktu belakangan ini.โ โ Kombes Pol. Iman Imannuddin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya
Ke depan, hasil analisis forensik ini diharapkan tidak hanya memperkuat pembuktian di pengadilan, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai modus operandi sindikat begal. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi kepolisian untuk menyusun strategi pencegahan yang lebih efektif, termasuk patroli siber dan pengawasan peredaran ponsel bekas yang sering menjadi sasaran penadah. Bagi investor dan profesional di bidang keamanan serta teknologi, perkembangan ini menandakan semakin pentingnya investasi dalam kapasitas forensik digital aparat penegak hukum.


_Tahun_2026_IRFAN_(292)_wmcomp.jpg)
