Sinner Incar Gelar Grand Slam Karir di Roland Garros, Sabalenka Buru Gelar Perdana
Baca dalam 60 detik
- Jannik Sinner akan menghadapi Clement Tabur di babak pertama Prancis Terbuka, dengan peluang meraih Grand Slam karir setelah absennya Carlos Alcaraz.
- Aryna Sabalenka, runner-up tahun lalu, kembali berburu gelar pertamanya di Roland Garros, dimulai melawan Jessica Bouzas Maneiro.
- Ketidakpuasan pemain terhadap kenaikan hadiah uang yang dianggap tidak proporsional dengan pendapatan turnamen menjadi sorotan menjelang turnamen.

Prancis Terbuka 2025 siap bergulir mulai 24 Mei hingga 7 Juni, dengan persaingan sengit di sektor putra dan putri. Jannik Sinner, petenis Italia yang tengah dalam performa puncak, akan memulai perjalanannya melawan petenis tuan rumah Clement Tabur. Kemenangan di Roland Garros akan melengkapi koleksi Grand Slam karirnya setelah sukses di Australia, Wimbledon, dan AS Terbuka.
Absennya juara bertahan Carlos Alcaraz karena cedera pergelangan tangan membuka peluang lebih lebar bagi Sinner. Namun, Novak Djokovic yang berada di sisi undian berbeda tetap menjadi ancaman serius. Djokovic akan berhadapan dengan Giovanni Mpetshi Perricard di babak pertama. Sementara itu, petenis Inggris Cameron Norrie akan meladeni Adolfo Daniel Vallejo, dan Jacob Fearnley berpotensi bertemu Sinner di babak kedua jika mampu melewati Juan Manuel Cerundolo.
Di sektor putri, Aryna Sabalenka yang menjadi unggulan pertama akan berusaha merebut gelar pertamanya di Paris setelah menjadi runner-up tahun lalu. Langkah awalnya akan diuji oleh Jessica Bouzas Maneiro. Juara bertahan Coco Gauff akan memulai kampanyenya melawan Taylor Townsend, sementara Iga Swiatek, yang telah empat kali juara, akan menghadapi Emerson Jones.
Petenis Inggris Emma Raducanu, yang kini tak diunggulkan setelah turun ke peringkat 37, akan berhadapan dengan Solana Sierra. Raducanu hanya memiliki satu pertandingan di tanah liat musim ini setelah kalah di babak pertama Strasbourg. Jika lolos, ia berpotensi bertemu Jasmine Paolini di babak kedua. Rekan senegaranya Katie Boulter dan Fran Jones masing-masing akan melawan Akasha Urhobo dan Beatriz Haddad Maia.
Di luar persaingan di lapangan, isu hadiah uang kembali mencuat. Meskipun penyelenggara menaikkan total hadiah sebesar 10 persen menjadi 61,7 juta euro, para pemain menyatakan kekecewaan mendalam. Mereka menilai porsi pendapatan yang diterima pemain justru menurun dari 15,5 persen pada 2024 menjadi 14,9 persen yang diproyeksikan pada 2026. Sebagai perbandingan, Australian Open tahun ini menaikkan gaji pemain sebesar 16 persen, sementara US Open tahun lalu naik 20 persen.
Dengan absennya Alcaraz dan persaingan ketat di kedua sektor, Prancis Terbuka 2025 menjanjikan kejutan dan drama. Semua mata akan tertuju pada Sinner dan Sabalenka, namun jalan menuju gelar tidak akan mudah mengingat kedalaman kompetisi tahun ini.



