Alcaraz Absen dari Wimbledon 2026, Cedera Pergelangan Tangan Kambuh
Baca dalam 60 detik
- Carlos Alcaraz mengonfirmasi mundur dari Wimbledon 2026 akibat cedera tenosinovitis yang juga membuatnya absen di Prancis Terbuka.
- Petenis peringkat dua dunia itu mengalami cedera saat Barcelona Open April lalu dan belum pulih total untuk tampil di lapangan rumput.
- Absennya Alcaraz menghentikan rekor tiga final beruntun di All England Club, sekaligus menghambat langkahnya menambah koleksi gelar Grand Slam.

Carlos Alcaraz, juara bertahan Wimbledon 2023 dan 2024, dipastikan tidak akan tampil pada edisi 2026 karena cedera pergelangan tangan yang masih mengganggu. Petenis asal Spanyol berusia 23 tahun itu sebelumnya juga sudah mengundurkan diri dari Prancis Terbuka bulan depan.
Dalam unggahan di Instagram, Alcaraz menyatakan bahwa proses pemulihannya berjalan baik, tetapi ia belum siap bertanding. "Sayangnya saya masih belum siap, sehingga harus mundur dari turnamen rumput di Queen's dan Wimbledon. Keduanya adalah turnamen yang sangat istimewa bagi saya," tulisnya.
Cedera yang dialami Alcaraz adalah tenosinovitis, yaitu peradangan pada selubung tendon pergelangan tangan. Cedera ini bermula saat ia mengalahkan Otto Virtanen di babak pertama Barcelona Open pada 14 April lalu. Setelah pertandingan tersebut, ia langsung mundur dari babak berikutnya dan kemudian melewatkan Italian Open serta Prancis Terbukaโdua turnamen yang ia juarai tahun sebelumnya.
Absennya Alcaraz dari Wimbledon menjadi pukulan bagi turnamen yang kehilangan salah satu bintang utamanya. Sebelum cedera, ia tampil impresif di Australia Terbuka dengan mengalahkan Novak Djokovic dari satu set tertinggal. Kemenangan itu menjadikannya pemain termuda yang menyelesaikan Grand Slam karier, melampaui Don Budge yang melakukannya pada usia 23 tahun.
Jika dibandingkan dengan legenda lain, pencapaian Alcaraz di usia 22 tahun jauh melampaui Djokovic yang saat itu baru memiliki satu gelar Grand Slam, atau Federer yang baru tiga gelar. Rafael Nadal, rekan senegaranya, memiliki enam gelar di usia yang sama, tetapi empat di antaranya berasal dari Prancis Terbuka. Alcaraz justru menunjukkan dominasi di berbagai permukaan lapangan.
Cedera ini datang di saat yang tidak tepat, menghalangi peluangnya menambah trofi di Paris dan London. Meski demikian, Alcaraz optimistis bisa kembali lebih cepat. "Kami akan terus bekerja untuk kembali secepat mungkin," pungkasnya.
Dengan absennya Alcaraz, persaingan di Wimbledon 2026 diprediksi semakin terbuka. Para petenis seperti Jannik Sinner, Novak Djokovic, dan lainnya akan menjadi unggulan utama. Publik tenis pun menanti kepulangan Alcaraz ke sirkuit internasional setelah masa pemulihan yang tepat.



